Ini Kenangan Anggota DPRD Kasdi Ketika Sekolah Dulu
Sehingga ketika terpilih menjadi dewan pada 2014 ia langsung memperioritaskan memperjuangkan masalah pendidikan.
Penulis: Subandi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Anggota DPRD Ketapang, Kasdi mengatakan awal mengeluti politik. Ia ingin memperjuangkan pendidikan khususnya di pedalaman. Sehingga ketika terpilih menjadi dewan pada 2014 ia langsung memperioritaskan memperjuangkan masalah pendidikan.
“Saya berharap Pemerintah Daerah Ketapang sekarang juga memprioritaskan mengatasi persoalan pendidikan khususnya di pedalaman,” katanya kepada wartawan, Senin (24/10/2016).
Ia menjelaskan selama priode pertama ia jadi dewan pada 2014. Ia langsung memperjuangkan agar daerah terpencil yang belum memiliki sekolah dibangun sekolah. Sedangkan yang sudah ada diperjuangkannya agar ditambah.
“Misalnya yang belum ada sekolah menegah pertama agar ditambah. Kalau sekarang di Kecamatan Singkup sudah ada SMA, Air Upas sudah ada SMK, di Marau ada SMK. Bagi saya perjuangan paling prioritas adalah pendidikan,” ungkapnya.
Ia menceritakan pada saat dirinya mengikuti sekolah dasar ada 26 anak. Tapi yang tamat dan melanjutkan ke tingkat sekolah menegah pertama hanya enam orang. Kemudian di antara enam itu yang melanjutkan sekolah menegah atas hanya dua orang.
“Saya waktu masih SD jalan kaki dari rumah ke sekolah 9 kilo meter. Gurunya cuma satu dan ngajar tiga kelas dalam satu ruangan yang disekat-sekat. Jadi dibangun sekolah di kampung-kampung untuk mendekatkan akses pendidikan,” ucapnya.
Namun membangun sekolah di semua daerah menurutnya tidak bisa sekaligus. Lantaran keuangan pemerintah dan lain sebagainya tentu terbatas. Belum lagi persoalan lain seperti kesehatan juga harus diselesaikan.
Hanya memang ketika ada pembangunan sekolah atau fasilitas kesehatan. Di antaranya ada yang dibangun asal-asalan sehingga kualitasnya kurang bagus. “Jadi persoalan pembangunan ini harus menjadi PR kita bersama untuk mengatasinya,” tegasnya.