Cornelis: Jangan Minder Jadi Petani
Saya dapat tugas dari Pak Presiden, Pak Mentan harus tingkatkan program padi, jagung, kedelai.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Arief
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengatakan, sesuai arahan dari Pak Presiden Joko Widodo kepada dirinya bahwa Indonesia harus kedaultan pangan. Selain padi, bisa juga padi dan jagung.
"Saya dapat tugas dari Pak Presiden, Pak Mentan harus tingkatkan program padi, jagung, kedelai. Selama tiga tahun harus swasembada, kalau tidak akan dicopot," ujar Andi saat menghadiri pembukaan Peda KTNA Kalbar di Ngabang pada Sabtu (23/10/2016).
Namun diakuinya hingga saat ini program yang diminta oleh Jokowi berangsur sudah mulai berhasil. "Untuk persediaan padi kita tahun ini sudah cukup, karena sampai bulan Mei masih tersedia. Kita akan tingkatkan lagi di komoditi yang lain," katanya.
Maka dari itu dirinya mengapresiasi ibu Gubernur Kalbar yang sudah berhasil menanam bawang merah di Kebun PKK Kalbar. Dimana Andi sendiri diberi kesempatan dalam panen bawang ketika kunjungannya ke Ngabang.
"Kalo ibu Gubernur berhasi panen bawang merah 16 ton perhektar, Kepala Dinas Pertanian Kalbar harus 20 ton. Kalau ada 10 istri Gubernur di Indonesia seperti ini, maka Negara ini akan bergerak dan akan meningkat pangan Indonesia," ucap Mentan.
Dirinya menegaskan, Kalimantan tidak perlu lagi mendapatkan bawang merah dari pulau Jawa. "Kenapa bawang merah harus diambil dari Brebes, kenapa harus diselundupkan. Dosa apa kita selama ini, tapi yang ada itu kita malas," ungkapnya.
Tapi menurut Mentan, secara umum Kalimanatann sekarang sudah surplus beras. "Kami minta kepada para Bupati perbatasan, tolong selesaikan Negara tetanga. Terutama.Malaysia harus menjadi pasar kita untuk masalah pangan," harapnya.
Pihaknya juga dari Kementrian saat ini mengutamakan Kalimantan, maka bantuan hentraktor akan dikasi dan bibit juga dikasi. "Perbatasan akan kita bangun, Entikong dengan Landak harus menyelesaikan Malaysia," pintanya.
Sementara itu Gubernur Kalbar Cornelis menerangkan, masalah pangan terutama makan nasi sangat penting. "Karena masalah pangan menjadi ancaman dunia. Sebab jumlah penduduk terus bertambah, sementara pangan menipis," terangnya.
Dijelaskannya pertumbuhan penduduk sangt tinggi, sehingga pertambahan penduduk dengan pangan tidak sesimbang. "Makanya saya minta masyarkat untuk tanam padi, tanam jagung, tanam sukun. Saya aja tanam, bukan hanya ngomong," tegasnya.
Selain itu juga ancaman pangan yang lain dipengaruhi oleh perubahan iklim. "Menurut prediksi, tahun 2050 suhu naik dua derajat. Ini tentu menjadi ancaman tumbuhan. Makanya oleh Presiden melalui Mentri untuk kita harus ketahanan pangan," ungkapnya.
Cornelis berharap minimal petani itu bisa memenuhi hidupnya sendiri. "Saya anjurkan untuk tanam apa saja ditanah kosong. Jangan sampai kita tergantung dengan negara luar, jangan minder jadi petani, pemerintah memberikan dorongan," paparnya.
Untuk itu masyarakat harus bekerja, bekerja, dan bekerja maka Allah akan mejawabrnya. "Sehingga kalau dalam setahun kita bisa panen tiga kali itu sudah cukup. Saya mengajak kita semua mari kita sama-sama, semkin ramai kita bangun Indonesia akan jaya," tutupnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tanam-padi_20161022_161319.jpg)