Pamit Nonton Lomba Sampan, Hawila Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Setelah dievakuasi, jenazah Hawila kemudian dilakukan pemeriksaan luar oleh dr Azalia Latuasan di RSUD Pemangkat.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN
Mayat Hawila (53) ditemukan mengapung di anak sungai Sebangkau, Desa Seradi Kecamatan Salatiga, Sambas, Jumat (21/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Hawila (53) ditemukan mengapung tak bernyawa di anak sungai Sebangkau, Desa Seradi Kecamatan Salatiga, Sambas.

Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadi Prabowo mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh oleh M Akbar (16) dan Jimmi (16) saat berkayuh sampan membawa arang kelapa menuju sabangkau.

"Pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di Sungai dengan sampan, pada Jumat (21/10/2016) kemarin sekira pukul 10.30 WIB," ujarnya, Sabtu (22/10/2016)

Karena takut ketika mengetahui bahwa yang menyenggol sampanya adalah mayat dalam kondisi terlentang. Keduanya lantas meninggalkan untuk memberitahukan kepada warga lain dan melaporkan ke pihak kepolisian.

"Saat itu kondisi air surut membuat mayat terbawa arus hingga jembatan Desa Seradi, kecamatan Salatiga. Mayat kemudian menepikan mayat tersebut dengan bilah kayu sambil menunggu Aparat Kepolisan datang untuk mengevakuasi," ujarnya

Setelah dievakuasi, jenazah Hawila kemudian dilakukan pemeriksaan luar oleh dr Azalia Latuasan di RSUD Pemangkat. Hasilnya ditubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan.

Selain itu barang berharga milik korban yang menempel di badan korban seperti qnting emas tidak hilang.

"Keluarga jugq telah menandatangani untuk melakukan autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan autopsi," ujarnya

Cahyo mengatakan berdasarkan keterangan dari adik korban Wari (50). bahwa adiknya pada kamis (20/10/2016) pamit meninggalkan rumah hendak menonton lomba sampan bedar di Selakau.

Pada hari yang sama sekira pukul 17.00 WIB Suwardi melihat korban di pasar Sebangkau. Saat ditanya oleh Suwardi hendak kemana. Korban menjawab mau pulang ke rumah

"Dari keterangan adiknya. Korban selama ini memiliki riwayat sakit asam urat, darah tinggi dan hanya mengkonsumsi obat yang dijual di toko kecil," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved