Daniel Johan: Kadis Pertanian yang Menolak Program Hazton
Artinya petani mendapat bonus tambahan pendapatan 20 juta per hektare per masa tanam.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Arief
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan menyatakan, hasil laporan yang dirinya terima bahwa yang menolak program metode hazton adalah Kadis Pertanian Kubu Raya sendiri, dengan alasan kelompok tani belum paham cara menanam program hazton ini.
Sementara banyak kelompok tani sebenarnya menyambut baik. Semua ini menjadi masukan yang berharga untuk ke depan, agar sosialisasi dilakukan lebih awal dan detail. Semangat program Hazton ini adalah, untuk meningkatkan pendapatan petani dan produksi per hektare.
"Kubu Raya nanti bisa bertanya, sambil belajar kepada kelompok tani yang sudah menjalankan program ini tentang manfaat yang mereka peroleh," ujar Daniel Johan kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (22/10/2016).
Menurut Anggota DPR RI dapil Kalbar itu, sejauh ini program hazton mampu meningkatkan rata-rara 4 ton per hektare. Artinya petani mendapat bonus tambahan pendapatan 20 juta per hektare per masa tanam.
"Tapi jangan khawatir, petani Kubu Raya tetap bisa mendapat program ini tahun depan bila sudah paham dan siap. Ini semua demi kesejahteraan petani Kalbar, yang lebih baik termasuk petani di Kubu Raya," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/daniel-johan_20161006_140746.jpg)