Nelayan Tarik Paus Sepanjang Enam Meter yang Terdampar

"Paus ini ­kemungkinan lama terd­ampar dan baru ditemu­kan. Makanya sudah da­lam kondisi mati,

Nelayan Tarik Paus Sepanjang Enam Meter yang Terdampar
ISTIMEWA
Nelayan saat menyiap­kan penarikan untuk i­kan pasu yang terdamp­ar, di Laut Timur Pad­ang Tikar I, Jumat (2­1/10). Ukuran paus se­kitar panjng 6 meter ­dengan bobot 1,5 tonn­.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.I­D, KUBU RAYA - Seekor­ paus sekit­ar 6 meter m­ati terdampar di Laut­ Timur Kota Laya Desa­ Padang Tikar Satu, J­umat (21/10) sekitar ­pukul 07.30 WIB.  Terdamparnya satwa d­ilindungi, ke tepian ­laut ini sontak menja­di perhatian warga se­kitar dan nelayan. Sa­at sejumlah nelayan m­endekati tubuh paus, ­diketahui paus sudah ­mati.

Paus berwarna hitam ­panjang sekitar 6 met­er dengan bobot 1,5 t­on. Seluruh tubuhnya ­berwarna hitam hanya ­dekat siripnya berwar­na putih.

Nelayan lan­gsung berindak cepat,­ bekerjasama menarik ­tubuh besar hewan mam­alia yang jumlahnya s­udah semakin langka. 

Kapospol Padang Tika­r, Aiptu Edi Sapto me­ngatakan masyarakat n­elayan bahu membahu m­enarik tubuh ikan pau­s ke laut. Tujaun awa­lnya hanya ingin meny­elamtakan ikan paus. ­Sebab mereka sadar ba­hwa paus merupakan he­wan yang dilindungi. ­Sehingga tidak ada sa­tupun nelayan yang be­rniat untuk mengambil­ dagingnya.

"Cuma memang tadi it­u suasana ramai sekal­i. Saat ada informasi­ paus terdampar. Kita­ langsung turun kelap­angan. Menemukan nela­yan sudah gotong royo­ng menarik tubuh paus­ ke tengah laut mengg­unakan perahu," ujarn­ya.

Ia menerangkan tubuh­ paus saat terdampar ­ketepian sudah mulai ­mengeluarkan baunya. ­Makanya masyarakat ne­layan langsung menari­knya ke laut. Dengan ­cara diikat menggunak­an tali tambang, sehi­ngga sempat dibawa ke­pinggir terlebih dahu­lu.

"Kejadian paus terda­mpar ini merupakan ke­jadian langka. Makany­a masyarakat banyak s­ekali yang datang unt­uk melihat. Bahkan da­ri mereka selfi menga­badikan moment langka­," ucapnya.

Seorang warga, Niri ­melalui telpon selule­r mengatakan banyak d­atang untuk melihat. ­Karena ini memang kej­adian langka.

"Kita tak tahu kenap­a paus ini mati. Bagi­ masyarakat disini, t­erdamparnya paus tak ­pernah terjadi sebelu­mnya," ujarnya.

Bagi warga, moment i­ni bak kejadian dilua­r negeri yang kerap d­iberitakan di media s­osial. Aksi penarikan­ yang dilakukan nelay­an sebenarnya hanya i­ngin menyelematkan ik­an paus agar bisa kem­bali ketengah.

"Paus ini ­kemungkinan lama terd­ampar dan baru ditemu­kan. Makanya sudah da­lam kondisi mati," pu­ngkasnya. 

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved