Kisah Perwira Polisi Bayar Rp 700 Ribu Untuk Kencani ABG

Intinya, Fanny mengaku bernama Alfa, baru datang dari Jakarta dan membutuhkan seorang wanita muda untuk diajak kencan.

Kisah Perwira Polisi Bayar Rp 700 Ribu Untuk Kencani ABG
NET
ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, - Sahroni alias Acung, germo si penjual gadis belia usia bawah umur, benar-benar tertipu.

Dia tak menyangka, pria muda asal Jakarta bernama Alfa di depannya ternyata seorang polisi yang sedang menyamar.

Padahal, pria tersebut sebenarnya adalah seorang Kanit Buser Satreskrim Polres Bangka, Ipda Fanny.

Penyamaran perwira lulusan akademi kepolisian (AKPOL), Ipda Fanny terbilang sukses. Acung tak tahu, dia adalah petugas yang sedang mengungkap kasus eksploitasi seksual gadis bawah umur.

Baca: Miris, Ibu Ini Pergoki Sendiri Putrinya Yang Masih SMP Tengah Berhubungan Badan

Target operasi (TO), memang ditujukan pada Acung. Tak butuh waktu lama, Ipda Fanny berhasil memancing sang mucikari keluar dari 'sarangnya'.

Kisah penyamaran ini dibeberkan Ipda Fanny di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, dalam agenda sidang tertutup untuk umum.

Fanny merupakan saksi ketiga diperiksa jaksa dan hakim dalam kasus asusila yang dimaksud. Sebelumnya, dua anggota buru sergap (Buser), lebih dulu dimintai keterangan soal kejadian ini.

Dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (19/10/2016), Kanit Buser Ipda Fanny mewakii Kasat Reskrim AKP Andi P dan Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, mengakui soal kesaksiannya di sidang tertutup itu.

"Saya dipanggil ke pengadilan sebagai saksi . Dan saya sudah memberikan keterangan kepada hakim dan jaksa di sidang itu (Sidang Selasa kemarin, 18/10/2016)," kata Fanny.

Halaman
123
Editor: Galih Nofrio Nanda
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved