Ini Tips Investasi Dari John Vetter Untuk Investor Pemula
Dalam paparannya, John Vetter menilai, Pasar saham di Indonesia dinilai sangat baik. Sehingga menjadi 'lahan subur' bagi para investor
Penulis: Ishak | Editor: Galih Nofrio Nanda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara pakar investasi tanah air, John Vetter, jadi pembicara dalam agenda Pekan Inklusi Keuangan dan Investival 2016. Pria kaya pengalaman di dunia investasi inipun membagikan pengalamannya kepada para hadirin.
Dalam paparannya, John Vetter menilai, Pasar saham di Indonesia dinilai sangat baik. Sehingga menjadi 'lahan subur' bagi para investor jika dimanfaatkan dengan baik.
Pasar saham Indonesia, secara fundamental cukup baik jika dibandingkan dengan pasar bursa di negara-negara lainya. Selain itu, aspek harga juga terbilang kompetitif. Terbilang relatif murah, meski bukan paling termurah se dunia.
"Pasarnya juga lebih mudah. Belum terlalu banyak derivatif yang ada. Jadi cukup simpel," ujarnya, saat dimintai pendapatnya, usai menjadi pembicara dalam agenda tersebut, di lokasi acara, gedung Auditorium Universitas Tanjung Pura (Untan), Kamis (20/10/2016).
Lebih lanjut, ia menilai, setidaknya ada empat faktor yang mendukung kompetitifnya pasar bursa tanah air. Keempar faktor tersebut, menurutnya yakni pertambahan pendapatan masyarakat, serta penggunaan gadget yang masih di seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini semakin lengkap didukung oleh tersedianha jaringan internet yang semakin cepat. Serta disempurnakan dengan adanya regulasi yang sangat mendukung oleh pihak Regulator.
Ia lantas mengajak masyarakat memanfaatkan kondisi ini, untuk bisa turut terlibat aktif di pasar bursa. Keterlibatan aktif masyarakat, diyakini akan berimbas positif terhadap peningkatan perekonomian nasional, serta individu masyarakat sendiri.
Ia lantas membagikan tipnya, kepada para investor pemula, atau masyarakat yang ingin menjajal dunia pasar bursa. "Kalau mau memulai, ada baiknya datang ke perusahaan sekuritas. Buka rekening effect. Mulai dari perusahaan yang dikenal, yang baik, dan ada di mana-mana di seluruh Indonesia," paparnya.
Memulai dari perusahaan besar yang diketahui, menurutnya sangat penting guna menekan resiko. "Jangan beli perusahaan yang belum tahu, belum pernah dengar. Dan pastikan perusahaan itu (yang dipilih) profit," tambahnya.
Dirinya lalu merekomendasikan sejumlah nama perusahaan yang melantai di bursa sebagai alternatif pilihan yang cukup aman. "Bisa Astra, Bank Mandiri, Telkom, Bank BRI, Bank BCA. Lima itu aja dulu. Yang di LQ45 menarik, tapi terlalu banyak. Start dari lima itu saja dulu," urainya.
Baca selengkapnya pada Tribun Pontianak Cetak edisi, Jumat (21/10/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/john-vetter_20161020_204540.jpg)