Ternyata Pengidap AIDS Masih Bisa Miliki Anak Normal
Selain tentunya dikucilkan di lingkungan sosialnya, apabila diketahui oleh orang terdekat, sahabat, saudara, maupun teman yang ada di dekatnya.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – Setiap orang pasti mengharapkan dirinya sehat, bugar terhindar dari penyakit apapun, terutama HIV/AIDS yang hingga kini masih belum ditemukan obatnya.
HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit yang tidak bisa terdeteksi tanpa melakukan tes darah. seseorang yang terlihat sehat bisa saja mengidap HIV/AIDS.
Banyak sekali kasus dimana penderita HIV/AIDS tidak mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut seingga menyebabkan kematian, pada penanganan yang terlambat.
ODHA (sebutan untuk penderita HIV/AIDS) dalam kehidupan sosial sering kali dikucilkan dan dijauhi karena penyakit yang dideritanya, tidak jarang seorang ODHA menjadi introvert atau cenderung suka menyendiri, pendiam, dan susah menyesuaikan diri.
Mengapa aku seperti ini, kenapa? apa yang salah? sehingga ODHA lebih sering mengasingkan diri dari pergaulan.
Selain tentunya dikucilkan di lingkungan sosialnya, apabila diketahui oleh orang terdekat, sahabat, saudara, maupun teman yang ada di dekatnya.
Kurangnya edukasi dan pengetahuan tentang HIV/AIDS, masih membuat beberapa orang menjauhi ODHA karena penyakitnya.
Padahal HIV/AIDS bukanlah penyakit yang dapat menular lewat udara, bersentuhan tangan, berjabat tangan maupun bertatap muka.
Baca: Ketika Pengidap HIV/AIDS Singkawang Tak Konsisten Terapi
NR (31) satu di antara ODHA yang hingga kini tetap tegar dan menjalani kehidupannya dengan normal.
Bahkan NR telah dikaruniai dengan dua anak, dari hasil perkawinan pertama dan kedua.
Banyak dari masyarakat umumnya belum mengetahui bahwa penderita HIV/AIDS tidak bisa mempunyai keturunan dikarenakan penyakitnya.
Kalaupun punya, pasti akan tertular Virus mematikan tersebut.
ditemui Tribunpontianak.co.id, di Klinik Mawar, Sabtu (15/10/2016), NR (31) menceritakan kisahnya mulai dari pertama kali mengidap HIV sampai perjuangannya sekarang sembari ditemani anak bungsunya.
NR (31), bercerita dirinya dulu tertular HIV karena suaminya. Suami pertama NR merupakan pengguna narkoba jarum suntik (penasun).
“Saya tertular dari suami. Saya belum mengetahui sudah tertular hingga suatu saat suami saya jatuh sakit, dites positif,” kata NR.
Suami pertama yang kini telah tiada tersebut, sebelumnya bersikeras menolak untuk dilakukan test untuk mendeteksi HIV, hingga akhirnya suaminya menjalani tes dan hasilnya positif.
“Pas sudah suami tes, kemudian setelah konsultasi akhirnya saya menjalani tes dan ternyata hasilnya positif,” katanya.
NR melanjutkan ceritanya, dulu pada saat mengetahui dirinya mengidap HIV, NR sempat mengucilkan dirinya dan menyesali, penyakit tersebut bisa mengenainya.
Pada tahun yang sama 2010 dimana dirinya mendapati terinfeksi HIV, NR sakit.
Selain lelah mengurus suaminya yang kini telah tiada tersebut, selama kurang lebih dua tahun NR baru bisa bangkit dan melanjutkan kehidupannya.
“Sempat sih, siapasih yang mau terkena, bahkan saya tidak mau keluar dari kamar. Semua peralatan makan saya taruh di kamar, supaya tidak digunakan orang lain,” katanya.
Baca: Kalbar Peringkat 8 HIV/AIDS Se-Indonesia, Berikut Ini Datanya
Hingga akhirnya setelah mendapatkan konseling, dan terapi ART di Klinik Mawar, NR mendapatkan pencerahan dan lebih terbuka, kemudian melanjutkan kehidupannya.
Hingga NR sekarang mendapatkan kembali jodohnya dan menikah kembali, kini dia dikaruniai satu anak hasil pernikahan keduanya.
“Buktinya saya penderita HIV bisa kok punya anak, dan anak saya yang kedua negatif, suami saya juga sekarang positif, anak pertama dari suami pertama belum terinfeksi lantaran dia lahir sebelum saya terinfeksi HIV,” katanya.
NR mengatakan, bagi ODHA dukungan paling utama adalah keluarga.
Meski dulu keluarganya sempat menjauhi karena Virus tersebut, tetapi seiring dengan edukasi dan informasi yang bermanfaat kini keluarganya dapat menerima NR.
“Paling utama dukungan keluarga, sebelum dapat informasi dan edukasi mereka takut. Tetapi lala-lama mereka menerima, saya tinggal bersama suami, dua anak dan kedua orangtua,” kata NR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/obat-antiretroviral_20161016_192419.jpg)