Sail Selat Karimata 2016
Menteri PDT Imbau Kades Kembangkan Potensi Desa
Lanjutnya, dengan adanya hasil yang besar saat paska panen maka Bulog akan berinvestasi di daerah tersebut.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, Kayong Utara imbau Kepala Desa agar memberikan pengarahan kepada warga yang ada di Desanya untuk fokus dalam mengembangkan potensi yang ada di Desanya, karena saat ini menurutnya banyak warga yang tidak fokus dalam mengembangkan potensi yang ada di Desanya. Dirinya melihat Kayong Utara memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan, diantaranya bertani, nelayan dan pariwisata.
“Tentukan, Desa-desa itu mau fokus apa, mau jagung, mau padi, atau mau komoditi lainnya, atau Pariwisata, tentukan. Bapak Presiden sudah mengintruksikan kepada 17 Kementerian untuk membantu Kementerian Desa. Jadi kalau bapak-bapak mau fokus di jagung, nanti bapak-bapak tinggal kasi tau ke Bapak Bupati, nanti 17 Kementerian akan bantu, bibit misalnya, traktor, Kementerian PUPERA bantu irigasi, dana Desa bisa dibantu buat irigasi tersiernya,”terang Eko Putro Sandjojo.
Lanjutnya, dengan adanya hasil yang besar saat paska panen maka Bulog akan berinvestasi di daerah tersebut. Sehingga skala ekonomi yang besar harus lebih ditingkkan masyarakat, sehingga masyarakat dapat terbantu dengan adanya Bulog ini.
“Nanti kalau paska panennya Bulog bisa bantu tapi harus ada skala ekonominya, kalau tidak ada skala ekonominya Bulog tidak mungkin invest disitu. Jadi tentukan skala ekonominya,” jelas Eko Putro Sandjojo.
Pihak Pemerintah sendiri sesuai dengan intruksi Presiden akan berkomitmen untuk membantu meningkatkan pendapatan daerah dengan berbagai bantuan yang ada di Kementerian, tidak hanya Kementerian Desa saja. Untuk Desa yang sudah mempunyai inprastruktur, sarannya, untuk tidak terfokus kepada inspratruktur saja, bisa ke pemberdayaan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman-pemahaman dan pola ekonomi yang baik untuk meningkatkan pendapatan.
“Kalau bapak-bapak sudah menentukan skala ekonominya kasi tahu kita, kita pemerintah pusat akan bantu, dana desa dipakai untuk membantu fokus di produksi tersebut. Inprastrukturnya sudah siap, dana desanya jangan dipakai buat untuk inprastruktur saja, dana desa juga dapat di buat pemberdayaan masyarakat, buat pemberdayaan ekonomi desa, bikin Bumdes, bikin Koperasi, nanti mau bikin Kopersi akan di bantu Kementerian Koperasi, jadi Koperasi itu untuk sebesar-besarnya kepentingan anggota, kepentingan petani, masyarakat. Kalau Bumdes itu untuk masyarakat mandiri, karena Bumdes kuntungan itu nanti lama-lama bisa lebih besar dari Dana Desa yang diberikan pemerintah pusat,”lanjutnya.
Dirinya mencotohkan satudiantara Desa yang berada di Jawa Tengah yang berhasil menyulap sebuah kolam berenang tua yang saat mana Desa tersebut saat ini sudah dapat menghasilkan enam miliar lebih pertahunnya. Hal tersebut berkat kreatif Kepala Desa yang memimpin di Desa tersebut, dan mereka fokus meninkatkan pendapatan Desa melalui parawisata, dan bila di bandingkan dengan Kabupaten Kayong Utara, yang memiliki 43 Desa dengan luas wilayah desa yang cukupluas masing-masingnya tentu memiliki peluang besar, namun saat ini menurut Eko Putro Sandjojo, hanya kurang fokusnya pihak Desa mengelola potensi desa yang ada.
“Kepala Desa Ponggok, di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu Desa Ponggok itu Desa tertinggal dan miskin karena penduduknya padat sekali, sedangkan luas daerahnya hanya 300,400 hektar dan penduduknya sekitar 15 ribuan, jadi pertanian tidak mungkin mencukupi untuk income pendapatan masyarakat. Kepala Desanya cukup kreatif, anak muda, dia (Kepala Desa) dia kelola satu pemandian tua, sederhana tidak pakai keramik, masih pakai batu alam. Yang tadinya Cuma menghasilkan 5 juta 1 tahun, ngak cukup untuk bayar gaji pegawainya. Tempat pemandian tersebut dikasi ikan, di kasi sofa, dengan kedalaman 3 meter dikasi motor, sepeda, pohon, orang pada berenang disitu pakai snokling sambil selfi di dalam air, yang datang banyak sekali jadi banyak orang berfoto perkawinannya di dalam kolam renang itu. Sekarang kolam renang itu bisa menghasilkan enam setengah miliar, dengan keuntungan tiga miliar rupiah,” tukasnya.