Citizen Reporter

PNS Bukan Tempat untuk Cari Kekayaan

Tidak ada jaminan dan aturan, Peserta Diklat Prajabatan ini harus lulus. Apabila tidak memenuhi standar minimal yang ditetapkan LAN, maka peserta....

PNS Bukan Tempat untuk Cari Kekayaan
TRIBUNFILE/DOK HUMAS PROVINSI
Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie, MTM mengalungkan tanda peserta DIKLAT PRAJABATAN kepada Perwakilan Peserta secara Symbolis yang berlangsung di Aula Badan Diklat Prov Kalbar, Senin ( 10/10 ).

Citizen Reporter I Ruslan, Humas Pemprov Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukanlah tempat untuk mencari dan mengejar kekayaan, namun menjadi PNS dituntut untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat, nusa dan bangsa Indonesia.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan I dan Golongan II, Formasi Umum Angkatan 1, dan Golongan III Angkatan 8 dan 9, yang berlangsung di Badan Diklat Prov Kalbar, Senin (10/10/2016).

Sekda Kalbar mengatakan bahwa, pelaksanaan Diklat Prajabatan yang dilaksanakan oleh Badan Diklat Prov Kalbar, merupakan salah satu persyaratan mutlak yang memang wajib diikuti oleh para CPNS sebelum diangkat menjadi PNS.

Diklat prajabatan ini, juga merupakan upaya mempersiapkan sumberdaya Aparatur agar menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap PNS, seiring perkembangan kebutuhan dewasa ini.

"Tidak ada jaminan dan aturan, Peserta Diklat Prajabatan ini harus lulus. Apabila tidak memenuhi standar minimal yang ditetapkan LAN, maka peserta tidak akan diberi sertifikat kelulusan," ujarnya.

Menurut Sekda, apabila dalam waktu dua tahun, CPNS tidak diberi sertifikat kelulusan, maka bisa jadi Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri-Nya akan dikoreksi karena belum diangkat menjadi PNS.

“Apabila hal ini terjadi, maka akan jadi kerugian besar bukan hanya bagi peserta, tapi bagi pemerintah daerah,” katanya.

M Zeet menuturkan, tantangan dan tugas bagi seorang PNS ke depan semakin berat. Masyarakat semakin pintar dan kritis, sehingga pelayanan yang diberikan harus semakin cermat dan lebih mahir.

Selain dituntut untuk mengabdikan diri, serta malayani masyarakat, yang bersangkutan juga dituntut untuk mengembangkan diri dan berinovasi sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman.

"Jadi kalau menjadi PNS hanya bertujuan mencari dan mengejar kekayaan, PNS bukanlah tempat yang tepat, dan itu merupakan pemikiran yang salah, sebab saat kita bertekad untuk memilih menjadi seorang PNS, maka kita sudah mempersiapkan diri untuk mengabdi dan bekerja dengan tulus dan ikhlas dalam rangka memberikaan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved