Kebakaran di Sungai Pinyuh

Lebih dari 10 Orang Azan, Warga: "Atas Seizin Allah", Api Tak Membakar Masjid

memang rumah ibadah Allah ini dijaga Allah, karena kalau kita lihat secara akal tidak mungkin asap sudah menggumpal asap putih hitam, jadi Allah...

Tayang:
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/DHITA MUTIASARI
Kondisi puing-puing ruko Sungai Pinyuh pasca dilalap habis sijago merah, Selasa (11/10). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tak hanya Fahroni (41) yang masih takjub dan tidak percaya ketika Masjid terselamatkan dari lidah api yang membakar deretan ruko, ketua RT 16 RW 06 Kelurahan Sungai Pinyuh Abu Kasim juga mengungkapkan hal serupa.

Baca: Subhanallah! Beginilah Kesaksian Warga Saat Api Berbalik dari Masjid Ketika Azan Dikumandangkan

"Api ketika sampai di warkop Eka, api kemudian berbalik lagi, sehingga api bergumpal dengan asap tebal,"ujarnya.

"Alhamdulillah lah, memang rumah ibadah Allah ini dijaga Allah, karena kalau kita lihat secara akal tidak mungkin asap sudah menggumpal asap putih hitam, jadi Allah memang menjaga rumahnya,"tambahnya.

Lantas dikatakannya dengan kejadian ini mengingatkan kembali umat manusia sebagai hamba Allah selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

"Ini mengingatkan kita selaku Hamba Allah semua, jadi peringatan kita semua,"jelasnya.

Ia mengatakan saat kejadian sendiri ia menyaksikannya berada tepat didepan Masjib Sabilul Muttaqin melihat seksama kejadian sambil membantu korban menyelamatkan harta benda dan memadamkan api.

"Lebih dari 10 orang azan, Alhamdulillah dengan izin Allah api memang balik, padahal kalau dilihat bisa saja api menyeberang,"jelasnya.

Sehingga dengan kejadian didepan matanya sendiri, ia mengaku dapat melihat langsung kebesaran Allah SWT.

"Saya merasa dengan inilah salah satu kebesaran Allah, tidak disangka, Alhamdulillah dengan ijin Allah,"jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved