Korban Filaria yang Parah Tidak Bisa Disembuhkan

Pada 2016 ini ditemukan seingat saya sekitar 15 korban filaria di Ketapang yang cukup parah,

Penulis: Subandi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Petugas puskesmas di Ketapang membagikan obat pencegah filaria atau penyakit gajah ke rumah warga di Jl KH Mansyur Kecamatan Delta Pawan Sabtu kemaren 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG  - Dinas Kesehatan Ketapang membagikan obat pencegah filaria atau penyebab penyakit kaki gajah secara massal kepada masyarakat Ketapang. Lantaran secara keseluruhan Ketapang dianggap termasuk daerah endemis filarial.

"Pada 2016 ini ditemukan seingat saya sekitar 15 korban filaria di Ketapang yang cukup parah," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami kepada wartawan di Ketapang, Selasa (11/10/2016).

Ia menjelaskan masuknya cacing filaria ke tubuh manusia tidak seperti penyakit demam berdarah yang korbannya langsung sakit. Korban filaria awalnya tidak merasa sakit dan tak mengetahui jika sebenarnya ia telah terserang filaria.

Meski menularnya tidak cepat dan mudah tapi akibatnya sangat patal. korban yang sudah parah akan mengalami kecacatan fisik tak bisa diperbaiki bahkan tak bisa disembuhkan. "Walaupun dioprasi tidak mau, ada kelenjarnya sudah rusak," ujarnya.

Korban hanya bisa disembuhkan jika masih baru terkena filaria atau tubuhnya belum bengkak. Yakni ketika cacing memang sudah ada dalam tubuh tapi cepat diobati dengan minum obat yang dibagikan pihaknya tersebut.

"Kita imbau sebelum parah atau bengkak masyarakat harus minum obat pencegah filarial yang kita bagikan. Penyakit filarial tidak mudah terdeteksi jadi sebaiknya diantisipasi dengan meminum obat yang kita bagikan," sarannya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved