Warga Terusan Kaget Temukan Uang Palsu
Memang saya minta kembalian uang kecil dengan maksud agar bisa memberikan jajan anak saya
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Seorang warga Jalan Kenanga Kelurahan Terusan Mempawah Hilir mengaku kaget dengan masih beredarnya uang palsu saat ini ditengah masyarakat.
Lantaran hal ini dirasakannya sendiri ketika bertransaksi membeli jajanan sari kacang di sebuah toko di wilayah pasar Mempawah, Minggu (9/10/2016).
"Tadi awalnya beli sari kacang sebanyak 5 bungkus dan kacang goreng dengan total belanjaan Rp 30 an ribu," ungkap Sapta Rini (40) ditemui kediamannya di Jalan Kenanga Mempawah Hilir, Minggu (9/10/2016) sore.
Lantas kemudian ia yang menyerahkan uang satu lembar pecahan 100 ribu meminta kembalian uang pecahan 20 ribuan. "Memang saya minta kembalian uang kecil dengan maksud agar bisa memberikan jajan anak saya," ujarnya yang juga pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Mempawah ini.
Oleh penjual, ia pun mendapatkan kembalian Rp 60an ribu pecahan 20 ribu sebanyak 3 lembar. Lantas kemudian saat akan membayar tukang pijat urut kemudian, oleh keluarganya baru menyadari ada hal yang janggal dengan pecahan 20 ribu yang mau dibayarkannya. "Ada adik ipar saya kebetulan kerja di bank yang bilang ini uang palsu," ujarnya.
Hingga saat itulah ia sekeluarga baru menyadari ternyata uang kembalian yang diterimanya di satu toko ini ternyata palsu.
Sekilas memang uang pecahan 20 ribu ini tampak sama dengan pecahan 20 ribu pada umumnya bahkan juga ada benang pengamannya. Hanya kejanggalannya warna cat uang kertas ini sudah mulai luntur. "Tampaknya sama dengan uang asli lainnya, ukurannya sama, hanya kertasnya lebih ringan, catnya mulai luntur," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/uang-palsu_20161009_163011.jpg)