Konsultasi Psikologi
Trauma Kegagalan Keluarga
Kejadian lalu yang tidak menyenangkan dan dialami oleh orang-orang terdekat tentunya membekas dan dapat berpengaruh terhadap cara kita berpikir.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
Saya hidup di antara keluarga yang gagal mempertahankan pernikahan, paman dan bibi saya serta Ayah dan ibu saya bercerai, kini orang tua saya sudah memiliki pasangan masing-masing. Saya sebentar lagi juga akan menikah tapi ada kekhawatiran tersendiri, saya takut akan gagal seperti ayah dan ibu saya. Seperti ada trauma saya jadi takut mendekati hari H. Bagaimana menghilangkan kekhawatiran ini? Cindy (21) Pontianak
Jawaban:
Salam Cindy, kejadian lalu yang tidak menyenangkan dan dialami oleh orang-orang terdekat tentunya membekas dan dapat berpengaruh terhadap cara kita berpikir.
Dalam hal ini, pengalaman kegagalan pernikahan orang-orang terdekat membuat adanya trauma pada dirimu.
Yang perlu kamu pahami adalah setiap orang bertanggungjawab terhadap jalan hidup masing-masing. artinya apa yang terjadi pada mereka belum tentu akan menimpamu pula.
Benar kita harus belajar dari pengalaman, tapi jangan sampai hal itu membuat kita ragu bahkan takut untuk melangkah ke depan, kembangkanlah pola pikir positif.
Pola pikir negatif bila terus dipertahankan, bukan tidak mungkin malah jadi kenyataan. Untuk kondisimu saat ini, terimalah keadaan keluargamu dengan besar hati, artinya kamu orang yang kuat yang mampu melewati cobaan-cobaan tersebut.
Berpikirlah positif. Ini adalah pernikahanmu, berani kan diri untuk melaluinya. Kamu juga berhak untuk bahagia, dan memiliki pernikahan yang bahagia.
Sumber: Persona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/menikah_20151101_131140.jpg)