Breaking News:

Ricky Purba Divonis Mati, Dubes RI Minta Pengampunan Pemerintah Sarawak

Permintaan itu, disampaikan Herman Prayitno, dalam rangkaian farewell call (berpamitan) ke Datuk Patinggi Adenan Satem di Wisma Bapa

Penulis: Nasaruddin | Editor: Jamadin
Shutterstock
Ilustrasi vonis hakim. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUCHING - Dubes RI untuk Malaysia Herman Prayitno meminta perhatian dan pengampunan kepada Ketua Menteri-Kepala Pemerintahan Negeri Sarawak, Tan Sri DR. H. Adenan Bin Haji Satem, terkait adanya WNI bernama Ricky Purba yang telah dijatuhi hukuman mati di tingkat Mahkamah Federal pada akhir 2015 yang lalu.

Hukuman dijatuhkan, karena kasus pembunuhan yang dilakukan Ricky Purba terhadap seorang tentara Malaysia dikarenakan percekcokan di depan kamar mandi umum di flat kontrakan mereka pada tahun 2008 lalu di kota Sibu.

Permintaan itu, disampaikan Herman Prayitno, dalam rangkaian farewell call (berpamitan) ke Datuk Patinggi Adenan Satem di Wisma Bapa, Kamis (6/102016).

Apa yang disampaikan Herman, disambut positif Ketua Menteri. Bahkan Datuk Patinggi Adenan Satem menyampaikan bahwa dirinya menentang hukuman mati.

"Secara pribadi, saya menentang hukuman mati" ungkap Datuk Patinggi Adenan Satem yang sebelumnya pernah menjadi pengacara di Sarawak ini, sebagaimana rilis yang diterima Tribun, Jumat (7/10/2016).

Terkait hal itu pula, Ketua Menteri menyampaikan akan mempertimbangkan permohonan pengampunan ini pada sidang Board of Pardon (Dewan Pengampunan) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan dalam suasana keakraban itu, Duta Besar Herman Prayitno juga menyampaikan kedekatan dan eratnya hubungan kedua negara (Indonesia dan Malaysia), yang ditandai dengan saling kunjung mengunjungi antara kedua pemimpin negara.

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan telah melakukan kunjungan sebanyak empat kali ke Kuala Lumpur. Demikian juga sebaliknya. PM Najib telah berkunjung ke Jakarta sebanyak empat kali dalam kurun waktu yang sama.

Herman Prayitno yang ditunjuk sebagai Duta Besar sejak 2012 ini juga mengucapkan terima kasih dari pemerintah Indonesia kepada pemerintah Sarawak khususnya atas bantuan yang diberikan dalam memberikan perlindungan kepada 400 ribu orang WNI dan TKI yang berada di Sarawak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved