13 Polisi Tewas Bunuh Diri, Kebanyakan Akibat Utang dan Asmara

Menurut Agus, dari kasus-kasus bunuh diri itu, hanya dua yang dilatarbelakangi karena masalah beban kerja.

13 Polisi Tewas Bunuh Diri, Kebanyakan Akibat Utang dan Asmara
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Jumlah kasus bunuh diri di kalangan anggota kepolisian di Indonesia mencapai 13 kejadian dari Januari hingga September 2016.

Angka itu meningkat dibandingkan jumlah kasus pada 2015, yaitu delapan perkara bunuh diri.

Data itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto, dalam perbincangan di tvOne, Jumat (7/10/2016).

"Itu (kasus-kasus bunuh diri) menjadi perhatian kapolri," ujar Agus.

Baca: Sogok Menyogok Picu Kapolsek Gantung Diri! Berikut Komentar Pedas Netizen

Menurut Agus, dari kasus-kasus bunuh diri itu, hanya dua yang dilatarbelakangi karena masalah beban kerja.

"Sisanya karena masalah lain seperti utang, cekcok dengan kekasih," katanya.

Sementara itu, psikolog Poppy Amalia menyebutkan, seseorang bunuh diri lantaran tidak sanggup menghadapi situasi tertentu yang disebabkan banyak hal, seperti lingkungan kerja, tuntutan ekonomi.

Situasi tersebut bisa mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. "Orang bisa berubah setiap saat," ujarnya.

 

Lantaran itu, menurut dia, seseorang perlu melakukan pemeriksaan psikologi tiga bulan atau enam bulan sekali.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Inspektur Polisi (Ipda) Nyariman, ditemukan tewas gantung diri di ruang kerjanya, Rabu (5/10/2016).

Dugaan sementara, perwira polisi itu nekat mengakhiri hidup karena terbelit utang Rp 250 juta kepada sesama polisi.

Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved