Ini Berita Kalbar Yang Terbit Jumat, Ada Soal Uang Muka Ringan Daihatsu
"Suryadi sudah ditemukan, Alhamdulillah selamat," ujar satu per satu kerabatnya sambil memeluk dengan cucuran air mata.
Suryadi Selamat Usai Tiga Hari Hilang Di Lautan
MEMPAWAH, TRIBUN -Warga Gg Fatimah Bakri RT5 RW2, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, mendadak heboh.
Pasalnya Suryadi (40) yang dikabarkan hilang di laut, pulang dengan selamat ke rumahnya.
Suryadi, nelayan pukat trawl ini menghilang sejak Senin (3/10) tengah hari, di perairan Kuala Mempawah lantaran menceburkan diri ke laut saat kapalnya dikepung nelayan tradisional.
Suryadi pulang diantar seorang nelayan asal Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, bernama La Herman (46) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepulangannya disambut haru keluarga dan kerabat yang sangat terkejut.
Kabar kepulangan Suryadi sontak tersiar dari mulut ke mulut hingga telepon berantai membuat kehebohan warga Mempawah yang lantas datang ke rumahnya yang sudah ditandai bendera hijau.
"Suryadi sudah ditemukan, Alhamdulillah selamat," ujar satu per satu kerabatnya sambil memeluk dengan cucuran air mata.
Bahkan aparat kepolisian dan TNI juga memenuhi kediaman Suryadi hingga Kamis sore. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Jumat (7/10/2016).(*) --
Sinarmas Komitmen Pembangunan Sawit Berkelanjutan
PONTIANAK, TRIBUN -Chief Executive Official (CEO) Sinarmas Wilayah Kalbar, Susanto, menepis anggapan ekspansi sawit memarginalkan masyarakat setempat di lokasi dibangunnya lahan perkebunan.
Melalui tata kelola yang baik, menurutnya, anggapan ini bisa ditepis. Hal ini diutarakannya, usai menjadi pembicara dalam seminar dan kuliah umum bertajuk Pembangunan Kebun Kelapa Sawit Berkelanjutan di kampus pertanian Universitas Tanjung Pura (Untan), Kamis (06/10).
"(Perampasan lahan masyarakat untuk pembukaan lahan perkebunan sawit) itu tidak benar. Berbagai kebijakan telah kami rumuskan dan jalankan," kata Susanto.
Satu di antara kebijakan itu, pihaknya disebutnya telah menerapkan upaya Free prior and informed consent (FPIC).
"Kami melakukan sosialisasi, memberikan dampak positif dan negatif terlebih dahulu kepada masyarakat atas satu proyek yang dikerjakan," paparnya.
Setelah masyarakat diberikan pemahaman yang jelas lewat FPIC ini, masyarakat mengetahui sisi baik buruknya dampak pembukaan lahan. Untuk kemudian dapat memutuskan secara aktif, menyetujui pembangunan untuk kebutuhan pembukaan lahan perkebunan, atau menolak. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Jumat (7/10/2016).(*) --
Uang Muka Xenia Mulai Rp 5 Jutaan
PONTIANAK, TRIBUN -Astra Daihatsu Pontianak kembali memberikan promo menarik untuk pelanggannya pada Oktober ini.
Sales Counter Astra Daihatsu Jalan Imam Bonjol, Cindy Trisana, mengatakan promo ini diberikan khusus kepada pelanggan yang melakukan pembelian selama Oktober.
"Promo super ini yaitu DP atau uang muka minim, dengan proses kredit yang mudah dan cepat. Program ini berlaku untuk produk Xenia, Ayla, Sigra, Terios, serta pick up," jelasnya, pada Tribunpontianak.co.id, Kamis (6/10).
Promo yang berikan yaitu Xenia dengan DP mulai Rp 5 jutaan, angsuran Rp 4 jutaaan.
Lalu ada Ayla DP mulai Rp 7 jutaan, dengan angsuran Rp 2 jutaan.
Sigra DP mulai Rp 7 jutaan, dengan angsuran Rp 2 jutaan.
Terios DP mulai Rp 10 jutaan, dengan angsuran Rp 5 jutaan, serta pick up GranMax DP mulai Rp 8 jutaan, dan angsuran Rp 3 jutaan. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Jumat (7/10/2016).(*) --
KPU Tunggu PKPU Jalankan Tahapan Pilkada
SANGGAU, TRIBUN -Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih mengatakan, pihaknya masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) untuk menjalankan tahapan proses Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Kalbar, serta Bupati dan Wakil Bupati Sanggau 2018.
"PKPU keluar kemungkinan menjelang tahapan. Persiapan kita untuk 2018, tahapan diperkirakan September-Oktober, tapi tergantung PKPU lagi. Tahapannya belum bisa kita pastikan karena dari Jakarta yang mengeluarkan PKPU," katanya, saat tatap muka, Kamis (6/10).
Namun, dikatakan, persiapan sudah dilakukan KPU dengan terus berkoordinasi, termasuk Pemda terkait data pemilih, kemungkinan adanya pemekaran, keamanan dan panitia penyelenggara.
"Untuk penyelenggara kita sudah lakukan sosialisasi di sembilan kecamatan, rencananya tahun depan sisanya. Mungkin untuk enam kecamatan lagi kita lakukan rekruetmen panitia penyelenggara, karena sebagian besar petugas kita harus diganti," katanya.
Selain itu, Sekundus juga sangat menyayangkan kebijakan DPR yang meminta KPU harus selalu berkonsultasi sebelum mengeluarkan PKPU.
"Kita ini ada kewajiban, setiap PKPU harus konsultasi dengan Komisi II DPR, kalau menurut mereka belum pas, kita lalu tidak bisa mengeluarkan PKPU," ujarnya. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Jumat (7/10/2016).(*) --
Libatkan Provinsi Selesaikan Tapal Batas
SEKADAU, TRIBUN -Permasalahan tapal wilayah antara Kabupaten Sekadau dengan Kabupaten Sintang, tepatnya di desa Sunsong Kecamatan Sekadau Hulu belum terselesaikan.
Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Abun Tono berharap permasalahan batas wilayah kedua kabupaten di Desa Sunsong dapat diselesaikan dengan baik dan cepat agar tidak tumpang tindih.
"Masalah tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu, karena ini berkaitan dengan pembangunan," ujar Abun yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kabupaten Sekadau itu, Kamis (6/10).
Ia mengatakan, Fraksi Hanura berharap kedua belah pihak, yaitu pemerintah Kabupaten Sekadau dan Sintang dapat duduk bersama.
Permasalahan tersebut harus dibawa ke provinsi agar cepat selesai. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Jumat (7/10/2016).(*) --
Warga Sebawi Hilang di Sungai Sambas
SAMBAS, TRIBUN -Seorang Warga Dusun Sebataan, Desa Tempatan Sebawi, Arifin (63), hilang sejak Rabu (5/10) sore.
Kades Tempatan, Mahrus, mengatakan, Arifin turun dari belakang rumah menuju arah Sungai Ssambas Besar.
"Korban mulai hilang pada sekira pukul 17.00 WIB kemarin. Seluruh warga sudah mencari, tapi korban belum ditemukan," ujarnya, Kamis (6/10).
Ia mengatakan, Arifin diduga menuju ke arah sungai. Dasar yang menguatkannya, yakni ditemukannya sepasang sandal jepit dan sebilah parang milik Arifin, yang tertinggal di tangga, di pinggir sungai.
"Besar kemungkinan korban menuju ke sungai, karena jarak antara rumah dengan sungai dekat, cukup dekat. Para warga terus mencari di pinggir sungai, namun belum ditemukan," ujarnya. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Jumat (7/10/2016).(*) --
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suryadi-pulang_20161006_212937.jpg)