Dinilai Tak Bekerja, DKPPK Sintang Terangkan Telah Berupaya Maksimal
Saat siang dan sore hari masih kerap ditemui tumpukan sampah di beberapa titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah yang terletak di jalan-jalan
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Persoalan sampah masih jadi dilema di Kabupaten Sintang.
Saat siang dan sore hari masih kerap ditemui tumpukan sampah di beberapa titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah yang terletak di jalan-jalan protokol.
Kondisi ini jelas menimbulkan kesan tidak elok dipandang mata dan bau tidak sedap.
Terlebih sampah yang dihasilkan beranekaragam jenisnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) Kabupaten Sintang, Martin Nandung menerangkan pihaknya telah berupaya maksimal menjaga kebersihan dan keindahan pusat Kabupaten Sintang.
“Ini yang sebenarnya harus dipahami, ketika ada sampah menumpuk di siang hari masyarakat mulai mengatakan bahwa kita (DKPPK) ini tidak bekerja. Padahal rasa-rasanya, petugas kebersihan kami sudah full bekerja,” ungkapnya, Kamis (6/10/2016) siang.
Saban hari, terang Martin, petugas kebersihan DKPPK secara rutin telah bergerak mengangkut sampah yang ada di tiap-tiap TPS di lokasi sepanjang jalan.
“Petugas kebersihan kami ada 258 orang baik di lapangan dan kecamatan. Setiap hari, mereka angkut sampah mulai jam 4 subuh hingga jam 9 pagi. Setelah mereka selesai, saya turunkan satu kelompok lagi untuk menyisir sisa-sisa sampah yang tidak terangkut pada jam 10 pagi,” jelasnya.
Tidak sampai di situ, DKPPK kembali menurunkan kelompok pengangkut sampah terakhir pada jam 2 siang. Sistem itu diterapkan agar tidak ada tumpukan sampah lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/satu-diantara-pengendara_20161006_200720.jpg)