IHSG Ditutup Menguat Dilevel 5.463

Selain itu efek downtrendnya suku bunga Indonesia berhasil mengendalikan tingkat inflasi dimana pada bulan september sebesar 3,07 persen YoY...

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghapus pelemahan akhir pekan lalu dengan menguat 99,11 poin sebesar 1,85 persen dilevel 5.463 dengan volume yang moderate.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan seperti halnya mayoritas negara di Asia, Indonesia pun mengalami peningkatan pada sisi kinerja sektor manufaktur sebesar 50,9 dari 50,4 diperiode sebelumnya.

Selain itu efek downtrendnya suku bunga Indonesia berhasil mengendalikan tingkat inflasi dimana pada bulan september sebesar 3,07 persen YoY

Sedangkan inflasi inti 3,21 persen YoY lebih kecil dari periode sebelumnya di level 3,32 persen YoY.

Mulainya optimis investor asing yang melakukan aksi beli berish diakhir september dan berlanjut di awal oktober menjadi salah satu faktor pendorong dimana pada perdagangan hari ini tercatat net buy Rp 492,39 miliar.

Khawatiran dampak negatif dari sentimen Deutsche Bank mereda setelah DB dikabarkan telah mendekati penyelesaian dengan departemen kehakiman Amerika.

Bursa Asia pun mayoritas rebound dengan gap up diawal pekan.

Selain itu beberapa data ekonomi awal bulan keluar cukup menyenangkan dimana indeks data kinerja sektor manufaktur di Jepang naik yang diikuti oleh beberapa negara di Asia.

Bursa Eropa dibuka positif pasca data kinerja sektor manufaktur di zona eropa mayoritas mengalami peningkatan.

Sedangkan nilai tukar Pounds tergelincir kekhawatiran Ingris akan mengadapi tekanan Brexit pasca PM Theresa May berencana menarik UK dari Uni Eropa pada bulan Maret.

Sentimen dari data ekonomi selanjutnya yang akan menjadi perhatian investor diantaranya Indeks kepercayaan konsumen di Jepang, Kebijakan moneter pada suku bunga di Australia, dan Indeks harga produksi di Eropa. Pergerakan IHSG secara teknikal cenderung berfluktuatif positif dengan trend bullish jangka pendek.

Dimana terlihat selalu tertahan pada support moving avarage sejak minggu sebelumnya.

IHSG pun terlihat sedang menguji resistance harga tertinggi tahunan yang menjadi titik optimisme pasar. Indikator stochastic negatif setelah penurunan dan konfirmasi pola negatif diakhir pekan lalu.

Sedangkan indikator RSI berhasil rebound pada support rata-rata momentum dan melanjutkan momentum positif di area dekat overbought.

"Meskipun IHSG telah menyentuh upper bollinger bands pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG masih akan bergerak mencoba menguat terbatas menguji resistancenya dengan range pergerakan 5406-5500," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved