Batik Wardah Karya SMKN 3 Pontianak

Cara Mengenali Kain Terbuat dari Kapas atau Bukan

Sedangkan untuk bahan baku seperti kain, pewarna dan peralatan membatik lainnya, semua didatangkan dari Jawa.

Cara Mengenali Kain Terbuat dari Kapas atau Bukan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Seorang siswi SMKN 3 Pontianak mengerjakan proses mencanting batik yang dipamerkan di stand Kota Pontianak,pada Pameran produk unggulan dan khas Kalimantan Barat (PUKD) 2016, di Pontianak Convention Center (PCC), Pontianak, Kalbar, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guru SMKN 3 Pontianak, Wasilah Hanim menjelaskan, untuk membuat batik, kain yang digunakan harus terbuat dari bahan kapas. Karena kalau kainnya tidak terbuat dari bahan baku kapas tidak bisa dibuat menjadi batik.

Untuk memastikan kain tersebut terbuat dari kapas atau tidak bisa dites dengan cara dibakar sedikit di sisi kain, kalau abunya seperti abu racun nyamuk bakar bearti kain tersebut mengandung kapas 100 persen.

Tapi kalau abunya menggumpal berarti kainnya terbuat dari bahan plastik, dan tidak bisa dibuat batik, karena kain dengan bahan plastik tidak bisa menyerap warna.

Sedangkan untuk bahan baku seperti kain, pewarna dan peralatan membatik lainnya, semua didatangkan dari Jawa.

"Alhamdullilah sekarang kita udah ada agen yang bisa memfasilitasi supaya harganya tidak terlalu mahal," kata wanita berhijab itu, Sabtu (1/10/2016).

Proses pembuatannya sebelum dibatik, kain terlebih dahulu direndam selama satu hari satu malam, tujuannya untuk membersihkan bekas kanji yang masih menempel di permukaan kain yang bisa menghalangi penyerapan warna pada proses mewarnai.

Kemudian dicuci seperti mencuci pakaian biasa. Setelah dikeringkan dan disetrika, dilanjutkan ke tahap pembuatan pola sesuai dengan motif yang diinginkan.

"Kemudian masuk ke proses pencantingan, setelah itu ke proses pewarnaan dengan mencelup kain ke air yang dipanaskan yang sudah diberi pewarna, kemudian masuk ke proses penembokan terus pencelupan kedua, setelah itu baru lah kita rebus kainnya. Selesai dah tu, jadi lah batik," kataa Wasilah.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved