Batik Wardah Karya SMKN 3 Pontianak

Batik Wardah Dipromosikan Lewat Pameran hingga Car Free Day

Di situ mereka juga mempraktikkan proses pembuatan batik, dan pengunjung juga bisa belajar langsung di situ.

Batik Wardah Dipromosikan Lewat Pameran hingga Car Free Day
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Batik Wardah karya siswa-siswi SMKN 3 Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada peringatan Hari Batik Nasional 2016 beberapa hari lalu yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, SMKN 3 Pontianak menggelar ajang pemilihan Putra-Putri Batik yang diikuti oleh 28 peserta putra dan 28 peserta putri dari kelas X hingga kelas XII.

Siswa-siswi yang terpilih akan menjadi duta batik di SMKN 3 Pontianak, yang bertugas mengenalkan batik karya mereka di Kalbar melalui berbagai event pameran yang ada.

Selain itu, pengenalan batik wardah juga dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, yang dikenalkan ke murid-murid Sekolah Dasar (SD) melalui pelatihan persiapan menjelang O2SN, dan mentornya adalah pelajar dari SMKN 3 yang tergabung dalam komunitas Wardah.

"Sampai sekarang sudah empat kali kita menjadi mentor anak-anak SD yang menjadi perwakilan mengikuti O2SN. Alhamdullilah anak-anak yang kita dampingi selalu dapat juara, dan lebih membanggakan lagi dulu waktu itu Juara I, II dan III adalah SD yang kita dampingi," kenang guru SMKN 3 Pontianak, Wasilah Hanim, Sabtu (1/10/2016).

Tak hanya itu, demi memperkenalkan Batik Wardah ke masyarakat luas, sejak dua tahun ini, seminggu sekali saat car free Day, mereka selalu mendirikan stan untuk memajang batik-batik yang sudah jadi.

Di situ mereka juga mempraktikkan proses pembuatan batik, dan pengunjung juga bisa belajar langsung di situ.

Selain mensosialisaikan batik ke masyarakat luas, tujuannya juga untuk melatih kemampuan para pelajar ini berkomunikasi langsung dengan masyarakat, gimana caranya agar mereka tertarik dengan batik.

"Harapan kami agar bisa menimbulkan jiwa wirausahanya, juga untuk mengasah keberanian dan keterampilan mereka. Jadi setelah tamat sekolah mereka tidak hanya mengharapkan jadi PNS saja, melainkan bisa menciptakan usaha sendiri sesuai dengan bidang yang dikuasai,"
katanya.

Hingga kini Batik Wardah karya siswa SMKN 3 Pontianak sudah diperkenalkan sampai ke negara Sarawak Malaysia melalui disperindagkop dan UKM kota Pontianak dalam sebuah event pameran.

"Kami juga pernah ikut pameran di perbatasan Indonesia-Malaysia, waktu itu di Temajok, Kabupaten Sambas, yang pesertanya dari dua negara tersebut," cerita Wasilah.

Wasilah berharap ke depannya, Wardah SMKN 3 Pontianak bisa menjadi central batik di Kalimantan Barat.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved