Hairiah Prihatin Maraknya Penyalahgunaan Lem
Pedagang lem juga harus turut serta dalam menjaga anak. Agar lem yang dibeli tidak salah gunakan dengan hal yang negatif
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Arief
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas Hairiah mengaku prihatin atas maraknya ditemukan anak-anak ngelem. Pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan aparat hukum untuk pencegahan dan penangananya.
"Beberapa di antaranya yang terjaring sudah dipanggil orangtuanya untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu (2/10/2016)
Langkah-langkah antisipasi sudah banyak yang dilakukan. Satu diantaranya dengan meminta aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakay untuk terlibat dalam pencegahan di tataran yang paling bawah.
Selain itu, kata Hairiah. Saat ini secara simultan Pemkab Sambas melalui dinas pendidikan melaksanakan program rembuk pendidikan di masing-masing kecamatan.
Pada program dapat terlihat peta permasalahan anak anak. Seperti penyebab putus atau tidak melanjutkan sekolah.
"Satu diantara masalah yang jadi penyebab anak-anak ngelem karena putus sekolah. Selain masalah-masalah lainnya," ujarnya
Dikatakan Hairiah, pemerintah melalaui dinas pendidikan meyakinkan dana BOS tepat sasaran.
Lebih lanjut Hairiah meminta dan mengimbau kepada pedagang lem. Agar lebih selektif dan mewaspadai jika terdapat anak yang ingin membeli lem.
Para penjual harus bertanya terlebih untuk apa dan digunakan buat apa lem yang dibeli.
"Pedagang lem juga harus turut serta dalam menjaga anak. Agar lem yang dibeli tidak salah gunakan dengan hal yang negatif," ujarnya