Antisipasi Rabies, Ini yang Dilakukan Polres Sekadau dengan Dinas Terkait

Dalam diskusi tersebut, Kepala Distankanak Kabupaten Sekadau Sabas menekankan, bahwa dampak rabies sangat bahaya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Diskusi - Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Polres Sekadau membahas tentang dampak penanggulangan wabah atau penyakit rabies, bersama instansi terkait di aula Mapolres Sekadau, Kamis (29/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Polres Sekadau menggelar Focus GROUP Discussion (FGD), membahas tentang dampak dan penanggulangan wabah atau penyakit rabies.

Dalam diskusi itu hadir Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sekadau Sabas, dan Kasi Wabah dan Penyakit Dinas Kesehatan Sekadau Iradia.

Dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perwakilan masyarakat, dan juga para Kapolsek, yang digelar di aula Mapolres Sekadau Jl. Merdeka Timur, Kamis (29/9/2016).

Dalam diskusi tersebut, Kepala Distankanak Kabupaten Sekadau Sabas menekankan, bahwa dampak rabies sangat bahaya.

Ia meminta dan mengimbau para masyarakat hewan peliharaan nya harus di vaksin. "Ini sangat berbahaya apabila digigit, dan apabila tidak ditangani secara baik akan beresiko pada kematian, itu minimalnya kematian," ujar Sabas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved