Ini Berita Kalbar Yang Terbit Rabu

Basaria mengungkapkan, berdasarkan data yang diperolehnya, TKI menyumbang devisa negara Rp 130 triliun. Karena itu sangat layak para TKI disebut sebag

Ini Berita Kalbar Yang Terbit Rabu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan, saat berkunjung ke kantor Tribun Pontianak bersama rombongan, Selasa (27/9/2016). 

KPK Supervisi 40 Kasus Dugaan Korupsi Kalbar

PONTIANAK, TRIBUN -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan atensi terhadap permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Karena, persoalan TKI berpotensi terjadi tindak pidana korupsi. Banyaknya persyaratan perizinan menjadi seorang TKI sering dimanfaatkan oknum pejabat tertentu untuk korupsi, paling tidak gratifikasi.

"Karena terlalu susah, mahal, dikerjakan sana sini, akhirnya cari jalan pintas. Istilahnya, kalau kita mau jujur, ketidakberdayaan (TKI-red) itu dimanfaatkan untuk celah korupsi," ungkap Wakil Ketua KPK RI, Irjen Pol Basaria Panjaitan SH, MH saat mengunjungi Kantor Tribun Pontianak, Jl Sungai Raya Dalam No. 24A, Selasa (27/9).

Basaria mengungkapkan, berdasarkan data yang diperolehnya, TKI menyumbang devisa negara Rp 130 triliun. Karena itu sangat layak para TKI disebut sebagai 'pahlawan' devisa. "Tapi mengapa pelayanan dan pengamanan tidak seperti pahlawan," katanya.

Basaria menuturkan, sejak dulu hingga sekarang penanganan TKI masih kurang baik. Terbukti dari banyaknya TKI yang ditemukan teraniaya, dipukul, diperkosa, gaji tak dibayar, pemotongan gaji bagi bagi TKI, dan tindakan kejahatan lainnya terhadap TKI.

KPK, kata Basaria terus mendorong semua pihak, untuk membantu KPK melakukan sosialisasi tentang pencegahan korupsi, termasuk korupsi dalam pelayanan TKI yang akan bekerja di luar negeri. "KPK tidak bisa bekerja sendiri, tanpa kerja sama semua pihak," ungkapnya.

Kedatangan rombongan KPK disambut oleh Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak Ahmad Suroso, Korlip Tribun Stefanus Akim, dan beberapa para redaktur.

Pimpinan KPK Basaria Panjaitan sangat mengapresiasi kemajuan dan keberhasilan yang sangat luar biasa Tribunnews, yang sudah mampu mengalahkan Detik.com terkait pembaca berita di online. "Sangat mantap Tribun," ucapnya.

Pertemuan diwarnai dengan diskusi ringan membahas beberapa kasus, termasuk tindak pidana korupsi yang belum terungkap di Kejaksaan tapi telah disupervisi ke KPK.

Halaman
1234
Editor: Hasyim Ashari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved