Ibuprofen untuk Redakan Nyeri Olahraga Ternyata Berefek Buruk

Penelitian lain pada pengendara sepeda menemukan, bahwa ibuprofen dapat merusak usus selama latihan dan menyebabkan bocor kecil pada usus.

Ibuprofen untuk Redakan Nyeri Olahraga Ternyata Berefek Buruk
THINKSTOCK
Ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beberapa atlet pesepeda kerap mengonsumsi ibuprofen sebelum dan sesudah, dan mungkin selama bersepeda, dengan tujuan mencegah peradangan dan rasa sakit sebelum hal itu terjadi.

Tetapi, sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri dengan kandungan ibuprofen usai bersepeda atau olahraga yang menimbulkan nyeri otot, penelitian terkini menunjukkan bahwa menggunakan ibuprofen untuk meredakan nyeri olahraga, baik sebelum, selama, maupun sesudah, bisa melukai menurunkan kinerja otot, memperlambat pemulihan jaringan rusak, dan bahkan memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Dalam satu studi yang dipublikasikan dalam Medicine and Science in Sports and Exercise, peneliti menemukan bahwa ketika pelari mengambil 600 miligram ibuprofen sebelum berlari, pilihan itu akan berakhir dengan lebih banyaknya jaringan yang rusak akibat stres oksidatif ketimbang mereka yang mengonsumsi obat pereda nyeri.

Penelitian lain pada pengendara sepeda menemukan, bahwa ibuprofen dapat merusak usus selama latihan dan menyebabkan bocor kecil pada usus.

Selain itu, penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa ibuprofen benar-benar dapat menghambat pemulihan otot setelah latihan.

Peneliti menyarankan, jika Anda ingin meredakan nyeri otot usai sesi olahraga, beralihlah ke antiperadangan yang alami seperti teh atau jus ceri.

Teh hitam dan hijau memiliki sifat antioksidan alami yang telah terbukti menurunkan kerusakan otot dan mempercepat pemulihan.

Dalam satu studi, pengendara sepeda yang mengonsumsi ekstrak teh hitam mengalami nyeri yang lebih sedikit usai melakukan latihan dengan intensitas tinggi.

Dalam studi lain di Universitas Vermont, siswa yang diberi 12 ons jus ceri sebelum dan setelah olahraga hanya mengalami penurunan 4% kekuatan otot pada hari berikutnya, dibandingkan dengan penurunan kekuatan otot sebesar 22% pada siswa yang diberi obat pereda nyeri. (Prevention)

Editor: Arief
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved