Seharusnya Harga Premium Kembali Diturunkan

Harga RON 95 di Malaysia pada bulan September ini sebesar 1,7 RM setara Rp 5.371 per liter (kurs Rp 3.159).

Editor: Arief
KOMPAS.COM
Faisal Basri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) seharusnya menurunkan harga jual Premium per Oktober 2016.

Menurut ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri, harga minyak dunia saat ini cenderung stabil, nilai tukar rupiah menguat, dan inflasi terkendali rendah.

“Dan ditambah lagi, fakta bahwa harga Premium di Indonesia sekarang sudah lebih mahal dibandingkan harga BBM RON 95 di Malaysia (setara Pertamax Plus),” kata Faisal di Jakarta, Senin (26/9/2016).

Harga RON 95 di Malaysia pada bulan September ini sebesar 1,7 RM setara Rp 5.371 per liter (kurs Rp 3.159).

Sementara itu, harga Premium atau BBM dengan kadar RON 88, yang berlaku sejak 1 April 2016 yaitu Rp 6.450 per liter.

Faisal menuturkan, dalam lima bulan terakhir harga minyak mentah dunia berfluktuasi namun cenderung stabil di rentang 45 dollar AS – 50 dollar AS per barel.

Rerata harga minyak dunia tersebut sudah ia perhitungkan dari tiga jenis yakni Brent, WTI, serta Dubai Fateh.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus menguat, sementara itu inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) tercatat hanya 1,74 persen.

Faisal menegaskan, seharusnya dengan melihat ketiga indikator tersebut – harga minyak, kurs, dan inflasi – ditambah perbandingan dengan Malaysia, harga Premium bisa diturunkan.

Lebih jauh, Faisal menilai, pendapatan semester satu Pertamina tahun ini sebagian besar juga disumbang dari produk Premium. “Ditambah akal-akalan bikin Pertalite,” kata Faisal.

Sebagai informasi, pada paruh pertama 2016, Pertamina membukukan laba bersih sebesar 1,83 miliar dollar AS. Pencapaian ini melonjak 221 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyebut, kenaikan drastis laba perseroan diperoleh dari efisiensi di segala lini, dan penciptaan nilai tambah dari hulu sampai ke hilir.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved