Liputan Khusus

Omzet 8 Bit Capai Ratusan Juta Per Project

Sistem ini untuk menjawa aneka bisnis yang sedang berkembang di Pontianak maupun kota lain.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Tim Delapan Bit dari IT Konsultan saat menyelesaikan pengerjaan website di kantor mereka, Jl Sui Raya Dalam, Komplek Griya Husada, No B8, Jumat (23/9/2016) malam. Delapan bit merupakan salah satu industri kreatif Digital Agency dan IT Konsultan yang ada di Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Restoran di Pontianak dan Singkawang juga ditangani development sistemnya oleh 8 Bit.

Untuk di luar Kalbar, pihaknya melakukan pengembangan aplikasi uang online bernama Zimple Pay, dan development untuk aplikasi penjurian Putri Pariwisata Indonesia.

"Omzet berkisar Rp 50 hingga 100 juta per project. Untuk paket menengah ke bawah kita mulai Rp 1 juta sampai Rp 30 juta. Sedangkan paket yang full custom kita mulai Rp 31 juta dan promosi selama 3 bulan," papar Chief Executive Officer (CEO) 8 Bit, Hajon Mahdy M.

Untuk pengerjaan satu project, Hajon menyebut waktunya tergantung kontrak. Mulai dari 1 bulan sampai kontrak lifetime. Pengerjaan proyek dilakukan bersama Tim 8 Bit. Antara lain, Djunita Permata Indah, Nanda, Kartika, Fitri, Ricky, Zakarias Idris, Arief Novrianto, Muhammad Arief, Weri Febri, dan Andry Priatna.

Ia menyebut, ke depan, 8 Bit berencara mengembangkan satu sistem software dan hardware yang salin terintegrasi. Sistem ini untuk menjawa aneka bisnis yang sedang berkembang di Pontianak maupun kota lain.

Ia berharap, sistem yang tengah dikerjakannya ini digunakan untuk menjual produk. "Kami mencoba mengembangkan satu mass system yang kemudian kami jual secara massal. Hanya, masih rahasia," ucap Hajon.

Harapannya sistem yang dikembangkan ini, membantu pelaku UMKM. Ke depan Hajon berharap bisnis yang ia geluti lebih berkembang lagi. Apalagi, ia menyadari betul ekonomi kreatif memberikan pengaruh besar dan membantu pemerintah.

"Kami juga berharap pemerintah peka dengan hal ini. Buka peluang besar bagi berkembang bisnis teman-teman di bidang ekraf. Alhamdulillah saat ini pemerintah sudah mengarah ke sana, meskipun industri ekraf masih di bawah 1 persen dari total pendapatan Indonesia," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved