IHSG Ditutup Menguat

Indeks saham di Asia mayoritas melanjutkan penguatannya setelah The Fed menyatakan untuk tidak merubah suku bunga dan turunkan proyeksi

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penguatan 37,67 poin sebesar 0,71% dilevel 5380 dengan volume yang relatif moderate.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan sektoral indeks pertanian dan industri dasar tertekan dengan penekan terdalam pada indeks sektor pertanian pasca AALI tertekan hingga 2,6% pada perdagangan hari ini.

Meskipun bursa global dan Asia pada umumnya menguat investor asing justru tercatat melakukan aski jual bersih kembali sebesar Rp 229,52 miliar memperpanjang aksi jual investor asing yang terjadi pada bulan september ini.

Pertumbuhan pinjaman yang kian merosot kelevel terendah di level 7,7% dari 8,8% disinyalir menjadi pemicu aksi jual investor asing ditengah sentimen positif dari eksternal. Pemerintah pun kembali berupaya meningkatkan pertumbuhan kredit dengan menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5%.

Indeks saham di Asia mayoritas melanjutkan penguatannya setelah The Fed menyatakan untuk tidak merubah suku bunga dan turunkan proyeksi untuk kenaikan pada tahun 2017 dan seterusnya menyikapi beberapa data ekonomi di AS yang belum sepenuhnya membaik. Produsen industri dasar dan energi menjadi motor penguatan bursa pada hari ini.

Bursa Eropa dibuka game up merefleksi keputusan the fed untuk menunda kenaikan biaya pinjaman pada bulan ini. Harga minyak pun menguat seiring terkontraksinya pesediaan minyak di AS yang semula diperkirakan naik hingga 3,35 miliar barrel. Sentimen diakhir pekan akan diwarnai oleh aktifitas kinerja sektor jasa dan sektor manufaktur di zona Eropa.

Pergerakan IHSG pada hari ini secara teknikal telah berhasil tutup diatas bearish trend sebagai resistancenya namun dengan keadaan gap up dan berbentuk doji namun belum dapat dikatakan sebagai signal reversal karena belum terkonfirmasi secara trend dari bentuk candlestick IHSG.

Investor diharapkan tetap waspada aksi profit taking diakhir pekan. Indikator Stochastic mengarah ke pergerakan negatif dengan indikasi dead-cross pada area overbought meskipun Momentum RSI masih cukup bullish pada area middle oscillator.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung mixed mencoba melanjutkan penguatannya secara terbatas dengan range pergerakan 5320-5460,"ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved