Kulminasi

Fenomena Kulminasi Berikan Dampak Pada Pontianak

taf Fungsional Peneliti Lapan Pontianak, Nata Miharja menuturkan, peristiwa kulminasi adalah bagian dari gerak semu matahari.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/RIDHOINO KRISRO SM
Masyarakat memenuhi halaman Tugu Khatulistiwa menyaksikan fenomena alam titik kulminasi di Khatulistiwa Park, Jalan khatulistiwa Pontianak Utara, Kamis (22/9). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo SM 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Staf Fungsional Peneliti Lapan Pontianak, Nata Miharja menuturkan, peristiwa kulminasi adalah bagian dari gerak semu matahari. Artinya seolah-olah matahari menempatkan dirinya di bumi pada garis nol derjat lintang utara dan selatan.

"Khusus Kota Pontianak berada di nol derajat lintang utara dan selatan dan bujur 109 derajat, 19 menit dan 18 detik," ucapnya di sela-sela kulminasi, Kamis (22/9/2016).

Nata menjelaskan, menjadi persoalan di sini adalah perlu dibangun suatu komunitas pengamatan sains antariksa untuk pengamatan matahari.

Di negara-negara lain mereka susah sekali mencari titik pengamatan yang benar-benar ideal. Kalau di pontianak sudah tersedia, tinggal bagaimana mengembangkannya.

Dari sisi ilmiah, keberadan garis khatulistiwa bisa dimanfaatkan untuk pengembangan solar sel.

Enegi matahari itu bisa diambil, ditangkap dan kemudian dikembangkan sebagai energi pembangkit listrik dan sebagainya.

"Bisa juga dikembangkan jenis tanaman tertentu yang bisa hidup dan tumbuh dengan kondisi di sini," jelas Nata.

Fenomena Kulminasi kata Nata, juga memiliki beberapa dampak dimana Khatulistiwa termasuk dalam iklim tropis sehingga suhu bisa maksimal di atas 30 derajat dengan curah hujan yang tinggi.

Curah hujan tinggi akan berlangsung di bulan September hingga April. Kota Pontianak bisa dikatakan beruntung karena titik kulminasi berada di kota, tidak seperti tempat lain yang jauh dri kota, bahkan di tengah hutan.

"Untuk itu kita harus bersyukur bisa menyaksikan fenomena di sini. Ini mesti terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved