Pontianak Kaya Inovasi, Jadi Tujuan Studi Banding

Lebih lanjut menurutnya, para peserta diharapkan bisa mengadopsi berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemkot Pontianak.

Pontianak Kaya Inovasi, Jadi Tujuan Studi Banding - sutarmidji_20160920_175229.jpg
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat menemani rombongan peserta Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang terdiri dari Kementerian Hukum dan HAM, melihat bagian Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (20/9/2016).
Pontianak Kaya Inovasi, Jadi Tujuan Studi Banding - diklatpim_20160920_175059.jpg
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat menemani rombongan peserta Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang terdiri dari Kementerian Hukum dan HAM, melihat bagian Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (20/9/2016).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 20 peserta Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang terdiri dari Kementerian Hukum dan HAM, kejaksaan dan kepolisian melakukan studi lapangan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Dr Marzuki BCIP yang memimpin rombongan peserta Diklatpim, mengatakan, kunjungan ini dalam rangka menggali informasi dan sebagai proses pembelajaran peserta.

"Pontianak menjadi pilihan karena kami memperoleh informasi bahwa Pontianak telah banyak menciptakan inovasi-inovasi," ujarnya saat menyampaikan pemaparan di ruang rapat Wali Kota Pontianak, Selasa (20/9/2016).

Lebih lanjut menurutnya, para peserta diharapkan bisa mengadopsi berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemkot Pontianak.

Hal ini penting sebagai salah satu proses pembelajaran yang harus diselesaikan para peserta yakni membuat rancangan proyek perubahan.

Dari rancangan itu, diharapkan muncul gagasan-gagasan atau inovasi baru yang bisa diimplementasikan pada satuan kerja masing-masing.

"Bukan tidak mungkin bisa menjadi suatu kebijakan dan menjadi sebuah inovasi dihasilkan dari proses pembelajaran selama mereka mengikuti Diklatpim II ini," tutur Marzuki.

Ia berharap, dalam rangkaian Diklatpim Tingkat II ini para peserta memperoleh informasi-informasi baru dan sebagai best practice sebagaimana yang telah dilakukan Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji sangat menyambut baik daerah yang dipimpinnya selama dua periode menjadi rujukan dalam melakukan studi banding.

Di mana menurutnya, dalam menjalankan roda pemerintahan, membangun trust atau kepercayaan masyarakat kepada pemerintah merupakan hal yang paling mahal. Sebab itu, kepercayaan tersebut harus selalu dijaga jangan sampai luntur.

"Kepercayaan itu harus dijaga karena ketika kepercayaan masyarakat maupun dunia usaha kepada pemerintah sudah tinggi apapun yang dilakukan pemerintah untuk pembangunan tidak terasa sulit," katanya.

Ia menyebut, untuk menciptakan suatu kepercayaan yang baik, butuh inovasi-inovasi dalam melakukan pendekatan sehingga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tumbuh.

Hal yang paling tidak disenangi orang nomor satu di Kota Pontianak ini adalah ketika ada hal-hal yang dilakukan itu berdampak fatal dan bisa merusak kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap daerah yang dipimpinnya.

"Indeks integritas Pontianak secara keseluruhan cenderung meningkat. Saya targetkan tahun ini bisa mencapai nilai 70," katanya.

Penulis: Syahroni
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved