Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Dibakar dan Dilarutkan dengan Pembersih Lantai

Dari proses pemeriksaan sampai mengadili pelaku narkoba aturan mainnya sudah jelas, ancamannya sudah jelas ada minimalnya

Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Dibakar dan Dilarutkan dengan Pembersih Lantai
TRIBUNPONTIANAK/TITO RAMADHANI
Barang bukti narkoba yang dimusnahkan Kejari Pontianak di halaman Kejari Pontianak, Jalan KH Ahmad Dahlan, Selasa (20/9/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak memusnahakan barang bukti hasil sitaan berupa narkotika beserta perlengkapan alat hisap di halaman depan Kantor Kejaksaan Negeri Pontianak, Selasa (20/9/2016).

Kegiatan yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Bambang Gunawan. Tampak hadir Kepala Pengadilan Negeri kelas 1 A Pontianak, Kusno SH, Kasat Reserse Narkoba Polresta Pontianak, AKP Muslimin perwakilan dari BBPOM Pontianak serta perwakilan dari Pemkot Pontianak.

Barang bukti sitaan Kejari Pontianak yakni narkotika jenis sabu-sabu seberat 159 gram, ekstasi seberat 136 gram dan ganja seberat 109 gram beserta peralatan hisap sabu dimusnahkan dengan cara dibakar dan dilarutkan di dalam air bercampur larutan pembersih lantai.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pontianak, I Putu Eka Suyantha, mengatakan pemusnahaan narkoba, berupa sabu-sabu seberat 159 gram itu merupakan barang bukti dari 92 perkara, ganja dengan berat 109 gram dari satu perkara sementara ekstasi jumlah barang bukti sebera t136 gram itu dari enam perkara.

Menurut dia, pemusnahaan barang bukti tersebut dilakukan karena perkara yang berkaitan dengan barang bukti sudah berkekuatan hukum, barang bukti tidak berkaitan dengan perkara lain. "Pemusnahan harus dilakukan karena barang ini berbahaya," katanya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Pontianak, Kusno SH, menanggapi dengan dilakukannya pemusnahaan tersebut mengatakan bahwa dalam penanganan perkara narkoba, semuanya sudah ada aturan mainnya.

"Dari proses pemeriksaan sampai mengadili pelaku narkoba aturan mainnya sudah jelas, ancamannya sudah jelas ada minimalnya," kata Kusno.

Menurutnya, jika berbicara soal keseriusan aparat penegak hukum dalam menindak pelaku peredaran narkoba tak perlu diragukan. Jika dilihat dari tindakan aparat penegak hukum, mulai dari penyidikan sampai ke pengadilan sudah tampak keseriusannya.

"Hanya saja modus pelaku narkoba ini yang semakin canggih, oleh karena itu penegak hukum juga harus lebih jeli," ucapnya.

Di pengadilan sendiri, dia menambahkan, pidana tinggi untuk bandar narkoba lebih dari empat tahun plus denda lebih dari 1 miliar sudah dilakukan. Namun memang harus diakui, meski vonis sudah begitu berat, perkaranya tidak pernah menurun, sebaliknya cendrung meningkat.

"Lihat Di lembaga pemasyarakatan bisa dilihat jumlah narapidana narkobanya mungkin paling besar. Artinya apa, bahwa komitmen aparat penegak hukum untuk menindak pemain barang haram ini sudah dilakukan," terangnya.

Kusno menilai untuk mencegah peredaran narkoba, mengungkap dan menangkap tinggal menunggu kesadaran, agar kiranya mau ikut membantu penegak hukum.

"Hukuman mati bagi pidana narkoba dimungkinkan, tapi tidak segampang yang dibayangkan. Kalau barang buktinya nya lebih dari sepuluh kilogram, mungkin saja layak di hukuman mati, tapi kalau hanya satu gram tentu dipertimbangkan hukuman yang menjerakan," pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved