Berkutat dengan Masalah Kemiskinan, Wabup Minta 10 SKPD Persemakmuran Serius
Perlambatan penurunan tingkat kemiskinan dan jumlah orang miskin masih jadi masalah kompleks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Perlambatan penurunan tingkat kemiskinan dan jumlah orang miskin masih jadi masalah kompleks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tidak terkecuali, Kabupaten Sintang yang memiliki kepadatan penduduk sekitar 400.668 jiwa.
Kabupaten Sintang yang memiliki luas wilayah sekitar 21.635 KM persegi dengan 14 Kecamatan hingga kini masih berkutat dengan masalah kemiskinan.
Terlebih anjloknya hasil komoditas pertanian sub sektor perkebunan seperti sawit dan karet kian memperparah pendapatan masyarakat.
Wakil Bupati Sintang, Askiman mengatakan perlu ada konsentrasi dalam hal memfasilitasi serta meningkatkan kondisi infrastruktur jalan-jalan menjadi lebih layak di Kabupaten Sintang.
“Ini guna memacu kondisi ekonomi lebih baik dan upaya menanggulangi kemiskinan. Di Kabupaten Sintang hingga saat ini kita semua mengetahui masih banyak daerah-daerah terisolir,” ungkapnya saat rapat koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2016 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis (15/9/2016).
Pembenahan infrastruktur memang jadi program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk membangun daerah dari pinggiran.
“Telah dijalankannya program tersebut membuat kita semua lebih giat dalam penanggulangan kemiskinan,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/orang-miskin-di-sungai-jawi_20150421_205745.jpg)