Pemukulan Kepala Sekolah
Isu Asusila Muncul Sebelum Husin Jabat Kepala Sekolah
Husin mengaku baru dilantik sebagai Kepala SDN 37 Sungai Ambawang pada tanggal 26 Maret 2016.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Galih Nofrio Nanda
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala SDN 37 Sungai Ambawang, Husin, mengaku pemicu kasus pemukulan terhadap dirinya, terjadi sebelum ia menjabat kepala sekolah.
Husin mengaku baru dilantik sebagai Kepala SDN 37 Sungai Ambawang pada tanggal 26 Maret 2016.
Serah terima jabatan dengan kepala sekolah sebelumnya pada tanggal 6 April 2016.
Baca juga: Polisi Serius Tangani Penganiayaan Kepala Sekolah
"Kejadian ini antara bulan Februari dengan Maret. Jadi hari itu hari Rabu. Ibu-ibu (orangtua murid) ini datang menghadap saya, meminta penyelesaian masalah," kata Husin kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (10/9/2016) malam.
Saat itu, Husin mendapatkan cerita, pernah terjadi masalah asusila di sekolah. Siswa Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3, yang tahun ajaran lalu.
Baca juga: Sempat Beredar Isu Asusila di Kalangan Orangtua Murid
"Jadi pada waktu itu saya tampung, karena memang (orangtua murid) pada hari itu meminta diselesaikan hari itu juga," ujarnya.
Ia minta waktu untuk konfirmasi ke guru-guru lainnya.
"Jadi saya bilang, saya ndak bisa menyelesaikan hari ini, saya mau konfirmasi dulu kawan-kawan (guru-guru), mau dicari dulu, nanti dikemudian hari saya bisa panggil ibu-ibu," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pemukulan-kepala-sd_20160911_125018.jpg)