Breaking News:

Menjaga Habitat Si Pongo

Lokasinya tidak jauh dari Pusat Penyelamatan dan Konservasi orangutan YIARI.

IST/Heribertus/IAR Indonesia
Orangutan bernama Cantik yang diserahkan Doni, warga Sungai Awan Kiri, Muara pawan, Ketapang ke Yayasan IAR Indonesia, Selasa (6/9/2016). 

LAGI, untuk kesekian kalinya, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia, harus mengevakuasi Pongo Pygmaeus (Orangutan Kalimantan).

Kali ini, spesies yang dilindungi tersebut diserahkan seorang warga, Desa Sungai Awan Kiri, Muara Pawan, Ketapang, Selasa (6/9).

Warga yang bernama Doni itu sebelumnya menemukan orangutan betina tersebut saat memancing di Parit Timur, Desa Sukamaju.

Lokasinya tidak jauh dari Pusat Penyelamatan dan Konservasi orangutan YIARI.

Saat ditemukan, orangutan yang diberinama Cantik oleh Doni itu tergeletak di tanah dengan kondisi tertimpa kayu dan kaki yang bengkak.

Cantik ditemukan di bekas hutan yang terbakar. Penyerahan Doni ini menambah panjang daftar orangutan, yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Pada 15 November 2014 lalu, misalnya satu individu orangutan tewas dengan luka bakar di area perkebunan sawit di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang. Saat itu hanya tersisa tengkorak dan tulang belulang.

Pada 27 Agustus 2012, satu orangutan dengan bobot 70 kilogram tewas setelah diduga mengalami dehidrasi.

Orangutan berusia 17 tahun itu masuk permukiman warga di Dusun Parit Wa'dongka, Desa Wajok Hilir, Mempawah, karena mencari makan setelah habitatnya terdegradasi.

Di luar penemuan orangutan dengan kondisi memprihatinkan itu, sepanjang 2016 ini saja, sudah ada beberapa kasus evakuasi. Misalnya pada 5 Januari 2016, di mana Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kalbar dan IAR, mengevakuasi orangutan bernama Jos di Ketapang.

Halaman
123
Editor: Galih Nofrio Nanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved