IHSG Ditutup Menguat

Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 237,51 miliar menyusul mayoritas bursa saham di Asia mengalami tekanan.

IHSG Ditutup Menguat
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - IHSG bergerak cenderung mengalami tekanan sejak awal sesi perdagangan meskipun ditutup menguat +9,25 poin sebesar 0,17% dilevel 5381 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 237,51 miliar menyusul mayoritas bursa saham di Asia mengalami tekanan.

Sektor industri dasar dan infrastruktur menjadi sektor penekan IHSG sedangkan Sektor keuangan perbankkan dan pertambangan menguat diatas 0,5% pada perdagangan hari ini.

Kebijakan pemerintah mengenai izin eksport konsentrat pada 8 jenis minerail mulai awal tahun 2017 menjadi sentimen pada sektor pertambangan pada hari ini disaat data indeks keyakinan konsumen indonesia turun berkontraksi di level 113,3 dari 114,2 diperiode sebelumnya dengan ekspektasi awal naik 114,5.

Bursa Asia ditutup mayoritas mengalami pelemahan. Dimana reboundnya nilai tukar Yen membebani pasa ekutias di Jepang terutama sektor eksportir. Nilai tukar yen rebound pasca naiknya indeks Coincident sebagai tolak ukur keadaan ekonomi Jepang yang naik diatas ekspektasi.

Turunnya data cadangan devisa di China kelevel terendah menjadi tekanan pada nilai tukar yuan dan ekuitas saham pada hari ini. Bursa Eropa dibuka cenderung berfluktuatif sedikit berubah pada zona positif.

Jatuhnya data Industrial production di German menjadi penahan pergerakan bursa Eropa meskipun sebelumnya probabilitas prospek kenaikan suku bunga AS kembali turun menjadi 24% dikarenakan aktifitas sektor jasa melambat terendah sejak enam tahun terakhir di AS.

Data sentimen pada hari kamis yang akan menjadi fokus investor diantaranya Aktifitas eksport dan import serta neraca perdagangan di China, Foreign direct investment FDI di Chian.

Kebijakan suku bunga di Eropa dan perubahan stok minyak di AS.

Pergerakan IHSG bila dianalisa dengan analisa teknikal masih bergerak terkonsolidasi terlihat belum mampu kuat break out MA25 sebagai support terdekatnya sekaligus level konfirmasi dari rebound pada lower bands dan fractal support.

Indikator Stochastic bergerak sangat positif dengan Momentum RSI yang terus mencoba break out MA15 momentum sebagai konfirmasi pembalikan arah.

"Diperkirakan IHSG masih akan bergerak mencoba menguat dengan range pergerakan 5320-5440. Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya BBRI, BHIT, BMRI, CPIN, LPKR, RALS, SMGR, BJTM," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved