Ini Ringkasan Makro Ekonomi Agustus
Pemerintah menurutnya harus rela target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen diperkirakan meleset 0,1 persen.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Research PANS merilis makro ekonomi Agustus 2016, pertumbuhan ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 sebesar 5,18 persen year on year (YoY).
Manager Panin Sekuritas Pontianak Therian Perry juga menyebutkan faktor domestik yang mempengaruhi yaitu harga komoditas non migas di pasar internasional yang mengalami peningkatan.
Selain itu, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) naik dari 30,20 dollar AS per barel pada kuartal I 2016 menjadi 42,13 dollar AS pada kuartal II 2016.
Adapun faktor domestik lainnya yakni realisasi belanja pemerintah (APBN) pada kuartal-II 2016 yang mencapai Rp 474,28 triliun. Angka ini naik dari realisasi belanja pemerintah pada kuartal-II 2015 yang hanya Rp 384,74 triliun.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) kuartal II 2016 sebesar Rp 151,6 triliun, atau naik sebesar 3,5 persen (Q-to-Q), dan naik 12,3 persen (YoY).
Pada kuartal II 2016 juga terjadi pergeseran panen raya tanaman pangan yang berpengaruh terjadap pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemangkasan belanja negara sebesar Rp137,6 triliun berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Pemerintah menurutnya harus rela target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,2 persen diperkirakan meleset 0,1 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan deflasi sebesar 0,02 persen pada Agustus lalu menyusul koreksi harga bahan makanan, tarif angkutan dan pulsa seluler pasca Hari Raya Idul Fitri.
Statistik menunjukkan, kelompok pengeluaran yang menyumbang deflasi Agustus terbesar adalah kelompok bahan makanan serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang masing-masing tercatat minus 0,68 persen dan 1,02 persen.
Sementara yang mengalami inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,41 persen; kelompok sandang 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,39 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 1,18 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/therian-perry_20160906_131856.jpg)