Program UKS Belum Ada Sinkronisasi yang Merata

Karena itu, dibutuhkan adanya sinergi, koordinasi dan komitmen dari seluruh pembina yang diperlukan.

Penulis: Madrosid | Editor: Steven Greatness
ISTIMEWA
UKS 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) masih butuh kebersamaan untuk dijalankan, karena hingga saat ini program UKS belum ada sinkronisasi secara merata.

Hal itu disampaikan Pemegang Program UKS Provinsi Kalbar, Nursiah.

Menurut dia, selama ini program UKS sudah lama dilaksanakan namun dianggap tidak penting. Meski posisi sekolah 80 persen dan pembina hanya 20 persen saja tapi membawa dampak dalam pelaksanaannya.

"Pembina itu sendiri dari kecamatan, pemerintah daerah, antara tim sekolah dan pembina ini tidak sinkron. Bahkan meski sekolah sudah maksimal tapi pembina di kecamatan atau kabupaten tidak ada pembinanya," katanya.

Karena itu, dibutuhkan adanya sinergi, koordinasi dan komitmen dari seluruh pembina yang diperlukan. Akan lebih bagus lagi jika keterlibatan dari semua instansi bisa terjadi. Memang yang wajib sekarang hanya dari 4 instansi, di antaranya kemenag, diknas, dan diskes.

"Semakin banyak yang terlibat tentunya akan semakin baik. Hanya sekarang ini kendalanya memang koordinasinya yang belum berjalan optimal karena mungkin dari adanya anggaran. Kita harapankan melalui acara akselerasi ini nanti bisa berjalan maksimal," ungkapnya.

Sementara, lanjut Nursiah kalau dari siswanya sendiri sudah sangat antusias sekali pelaksanaan UKS. Di setiap sekolah UKS sudah ada, terdiri dari kader dan dokter kecilnya. Cuma memang dari pembinanya ini yang kurang maksimal.

"Kita dari Dinas Kesehatan Propinsi ini memfasilitasi daerah, saat ini Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah untuk mempercepat peningkatan program UKS. Terpenting adalah pembinanya dari daerah. Kita harapan dari pembinanya adanya komitmen dan koordinasi dalam melaksanakan program UKS," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved