Berani Keluar dari Zona Nyaman

Di usia yang masih muda, ia telah menginisiasi berdirinya teater di SMAN 1 Pontianak, yaitu Teater Linka Lingkaran Keluarga Smansa.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Steven Greatness
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Resi Jesita 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Siapa bilang perempuan hanya berkisar pada kecantikan saja. Perempuan sekarang sudah banyak yang menoreh prestasi dan melakukan hal-hal yang bermanfaat, bahkan di usia muda.

Resi Jesita satu di antaranya. Di usia yang masih muda, ia telah menginisiasi berdirinya teater di SMAN 1 Pontianak, yaitu Teater Linka Lingkaran Keluarga Smansa.

Pejuangannya membangun teater ini dari nol menjadikan ia tahu betul jatuh bangun teater ini. Mulai dari sempat tak disetujui oleh pihak sekolah, hingga dapat banyak dukungan hingga saat ini.

"Saya di teater sejak 2010, join di 2009. Sebenarnya di sanggar Bianglala, tapi saya tidak turun dan terjun langsung. Baru ketika di SMA saya benar-benar terjun, dengan mendirikan Linka yang resmi dibentuk 2011. Banyak yang meragukan ketika itu, karena saya masih murid baru, bahkan masih berseragam SMP. Belum berganti seragam SMA sudah berani mau bikin ekskul," kenangnya, saat berbincang dengan Tribunpontianak, bari-baru ini.

Sebagai pemain dan sutradara, Resi mengaku terjun di dunia teater karena ia menyukai panggung dan senang menjadi 'orang gila'. Selain itu ia juga memiliki ketertarikan dengan dunia tulis menulis. Resi pertama kali membuat naskah ketika duduk di SMP,dan di SMA ia mulai memberanikan diri untuk mewujudkannya dalam sebuah pementasan.

"Pertama mendirikan, pernah ingin mau keluar dari sekolah, karena pihak sekolah pernah tak percaya bahwa saya yang anak baru ini bisa bikin yang seperti ini. Barulah ketika di tahun tersebut itu, kami ikut Lomba dan Festival Seni Siswa Nasional FLSSN. Tingkat nasional loh Ini ya. Barulah dipercaya," ceritanya.

Ketika baru berdiri, Linka sudah banyak peminatnya, dimulai dari teman-temannya seangkatan hingga senior. Hal ini membuktikan bahwa antusias siswa siswi di sekolah tersebut sangat tinggi terhadap dunia teater. Hingga saat ini, terhitung sudah ada 73 orang yang aktif, terdiri dari siswa siswi yang masih bersekolah, maupun yang telah menjadi alumni.

"Secara pribadi, ketika dapat peran dan susah keluar dari peran tersebut, kemudian kebawa kehidupan nyata, itu sudah sangat luar biasa. Bagi saya, berarti saya sudah berhasil menjadi orang lain. Saya juga selalu ambil peran yang jauh sekali dengan karakter saya yang sebenarnya. Saya pernah jadi Pak Lurah, bahkan saya menjadi anak kecil berusia 8 tahun," katanya.

Ia mengaku belajar menulis naskah dan mendapatkan inspirasi dari YouTube. Naskah yang dibuat juga berbeda. Ia mengangkat hal-hal yang tak terpikirkan oleh orang lain dan keluar dari zona nyaman.

Meski memiliki kegiatan yang sangat beragam, Resi sangat didukung oleh orang tuanya. Apalagi sang mama yang mendukung penuh kegiatannya. Masih banyak mimpi yang ingin ia wujudkan nantinya.

"Mumpung masih muda, ya lakukan semua kegiatan, yang menurut saya menyenangkan. Dan saya senang melakukan semuanya," ujarnya.

Menurutnya, biarlah ia menghabiskan kesibukan di hari mudanya, karena tua kelak ia ingin menciptakan anak-anak yang cerdas, sehingga ia tak lagi sibuk mengerjakan banyak hal. "Tua nanti, saya ingin banyak jalan-jalan dan traveling bersama keluarga, tanpa harus disibukkan dengan berbagai kegiatan. Biarlah sibuknya sekarang," tukasnya. (tya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved