Dua Ruko Pasar Baru Disatroni Maling
Suhardi menerangkan, setelah memeriksa sekeliling kantor ternyata ada sebuah CPU komputer serta satu unit printer kantornya yang telah berada di luar.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Steven Greatness
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dua ruko yang terletak di komplek Pasar Baru, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan disatroni maling, Jumat (26/8/2016) dini hari.
Satu di antara penyewa ruko yang kemalingan, Suhardi (41) mengaku tak menyangka ruko yang dijadikannya sebagai kantor dibobol maling.
Menurutnya selama tiga tahun berkantor baru kali ini kantornya dibobol maling.
"Saya tak menyangka, saya tahu ketika selesai salat subuh saya melihat handphone ada panggilan tak terjawab dari pengelola Komplek Pujasera, saya telepon balik katanya kantor saya dibobol maling," ungkapnya, Jumat (26/8/2016).
Setelah mendapat laporan tersebut, Suhardi pada pagi hari langsung menuju kantornya dan menemukan kantornya telah dibobol lantaran pintu belakang kantornya sudah dibengkas menggunakan sebuah linggis.
"Saat saya masuk ke dalam kantor keadaan sudah berantakan, saya periksa satu unit laptop kerja hilang, satu set sound sistem hilang, monitor komputer 17 inc hilang serta uang tunai Rp 1,7 juta juga hilang," terang Suhardi.
Suhardi menerangkan, setelah memeriksa sekeliling kantor ternyata ada sebuah CPU komputer serta satu unit printer kantornya yang telah berada di luar kantor dan sepasang sendal jepit berikut sebuah linggis tepat di belakang kantornya.
"Kita duga pelaku buru-buru karena pemilik warung sembako di deretan kantor mengetahui aksinya dan sempat mengejar pelaku. Makanya sendal dan linggis pelaku tertinggal begitu juga dengan CPU komputer dan printer kantor saya yang tak sempat dibawa kabur pelaku," jelas Suhardi.
Menurut Suhardi, tidak hanya kantornya yang dibobol oleh pelaku, melainkan sebuah ruko di dekat kantornya juga diduga sempat dibobol pelaku.
"Kerugian materil mungkin tidak seberapa tapi data-data kerjaan ada di laptop yang jelas kita merasa sudah tidak aman dengan adanya kejadian ini, padahal selama tiga tahun berkantor di sini belum pernah terjadi hal seperti ini," katanya.