Editorial

DAERAH MENYIASATI PEMOTONGAN ANGGARAN

Pemotongan dana transfer daerah tentu akan mengorbankan banyak hal. Berbagai program terpaksa harus dihemat, bahkan ada yang dihapus.

DAERAH MENYIASATI PEMOTONGAN ANGGARAN
TRIBUN FILE/IST
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tak bisa dipungkiri, keputusan pemerintah memangkas anggaran Rp 133,8 triliun yang terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) senilai Rp 65 triliun.

Pemangkasan anggaran transfer ke daerah senilai Rp 68,8 triliun telah membuat seluruh pemerintah daerah kota/kabupaten, dan pemerintah provinsi, termasuk di Kalbar pusing.

Sebab pasti akan berdampak terhadap pembangunan di daerah. Apalagi dalam APBNP 2016 juga memangkas Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar minimal 10 persen dari total pagu alokasi fisik dan nonfisik.

Pemotongan dana transfer daerah tentu akan mengorbankan banyak hal. Berbagai program terpaksa harus dihemat, bahkan ada yang dihapus.

Padahal, bisa saja sudah disosialiasikan lama kepada masyarakat, yang menjadi sasaran pembangunan.

Seperti disampaikan Bupati Kubu Raya Rusman Ali kepada Tribun Rabu (24/8/2016), sudah dua pekan bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membahas rencana rasionalisasi anggaran tersebut, menyusul pemangkasan anggaran ke daerah Rp68,8 triliun.

Kemungkinan, kata Rusman Ali, kami akan kurangi di perjalanan dinas, kegiatan sosialisasi, proyek yang belum lelang, serta yang lain.

BACA JUGA: Pemerintah Daerah Dituntut untuk Afisiensi Anggaran

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Sanggau, Jumadi bahwa pemangkasan anggaran pasti berdampak terhadap pembangunan fisik karena sekitar 10 persen DAK dipangkas.

Tentunya, pembangunan yang sudah direncanakan bisa ditunda, atau setidaknya dikurangi dananya supaya tidak ada proyek pembangunan yang sudah direncanakan yang ditunda.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved