Ngeri, Dikabarkan Lihat Kuntilanak Napi Ini Kejang-kejang lalu Tewas

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum dr Djoelham Binjai, nyawa warga Dusun 7, Desa Sedang Rejo, Kecamatan Binjai itu tak tertolong

Ngeri, Dikabarkan Lihat Kuntilanak Napi Ini Kejang-kejang lalu Tewas
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, - Cerita bahwa penjara juga dihuni oleh mahluk halus terbukti di LP Kelas II A Binjai. Saking ngerinya, seorang narapidana (napi), Warisno, tewas saat bertemu hantu berujud perempuan.

Napi yang terganjal kasus pupuk itu awalnya tampak sehat dan sempat bermain catur di Blok G kamar 14 bersama rekan-rekannya satu sel, Minggu (21/8) malam. Lalu ketika hendak masuk kamar mandi, Warisno menjerit ketakutan.

Dikutip dari Bangkapos.com, sontak penghuni sel itu ikut terkejut dan seketika pria 31 tahun tersebut kejang-kejang seperti kesurupan. Petugas yang berjaga juga dibuat kelimpungan dan mencari pertolongan.

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum dr Djoelham Binjai, nyawa warga Dusun 7, Desa Sedang Rejo, Kecamatan Binjai itu tak tertolong lagi.

Malam itu dia menghembuskan napas terakhir sesaat akan mendapatkan perawatan.

“Sebelum kejadian sehat-sehat aja kami lihat dia bang,” terang salah satu rekan sesama napi yang namanya enggan disebutkan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Binjai I Made Darmajaya melalui Staf LP Anton membenarkan atas tewasnya salah satu napi tersebut.


“Tidak ada tanda kekerasan dan kita didampingi polisi membawa korban ke rumah sakit,” aku Anton.

Dia menjelaskan dari hasil investigasi pihaknya, sebelum tewas korban sempat kejang-kejang seperti orang kesurupan.

Terpisah, Pak Buyung, salah seorang yang bertetangga dengan Warisno di Desa Sedang Rejo, mengatakan semasa hidup, korban adalah sosok pendiam.

Pak Buyung menambahkan Warisno adalah orang pendatang di kampung tersebut. “Setahu kami, dia orang pendiam dan tidak banyak bicara. Tapi orangnya bergaul kok di sini,” sebut dia.

Sepengetahuan pria paruh baya itu, Warisno mendekam di penjara karena kasus pupuk saat petugas melakukan penggrebekan. Lalu ditahan berrsama beberapa rekan kerjanya di gudang pabrik tersebut.

“Itulah cuma yang kami tahu. Setahu kami orangnya gak pernah tersangkut masalah hukum. Karena kasus itulah makanya dia tersangkut hukum,” tegas Pak Buyung

Hantu yang tanpa sengaja jumpa dengan Warisno hingga tubuhnya langsung kejang-kejang ternyata menyerupai kuntianak. Hal ini dari penelusuran seorang paranormal, Buya Alamsyah.

Menurutnya, Warisno memang melihat ada gaib di sekitar kamar mandi. “Matanya bertatapan dengan hantu itu,” ucapnya, tadi malam.

Dari kacamata paranormal saya, lanjutnya, situasi gaib di lapas memang ada. Namun, di sekitar ruanganya tidak terlalu besar. Rata-rata memang tempat seperti rutan, lapas dan bangunan besar lainnya ada intrik gaibnya.

“Namun, kita kan bicara fakta. Segala sesuatunya bisa terjadi. Sudah saya terawang lebih dalam. Makhluk gaibnya hanya melintas dari jalan yang dilalui oleh Winarso. Ya, sudah takdir. Kalau unsur lainnya saya tidak tahu,” ungkap Majelis Al-Husna itu.

Ditanya seperti apa jenis makluk gaib itu, paranormal yang jasanya sering digunakan oleh pejabat itu tidak membeberkannya. Sebab ada beberapa syarat yang harus digunakannya bila ingin melihat lebih dalam.

“Namun, karena komsumsi berita, saya hanya mengatakan yang saya lihat sebentar saja. Makluk gaibnya perempuan. Menyerupai kuntianak gitu,” katanya.

2 HARI LAGI BEBAS

Tanggal 25 Agustus besok, Warisno diperkirakan menghirup udara segar setelah di penjara selama lebih kurang 5 bulan. Bahkan bapak beranak satu itu sempat meminta sang istri untuk dibuatkan nasi urap saat ia pulang ke rumah.

“Memang ada kulihat dia nelpon istrinya dan dalam perbincangan dirinya meminta sang istri untuk membuat nasi urap menyambut kepulangannya,” ungkap pria bertubuh tambun yang satu sel dengan Warisno.

Staf Lapas Binjai, Anton juga mengamini perkiraan bahwa 2 hari lagi korban akan bebas dari tahanan. Karena Warisno sudah menjalani hukuman atas perbuatannya yang menyalahi hukum.

Kematian Warisno tentu menyisakan duka mendalam. Namun, keluarganya ikhlas karena semua sudah suratan dari Sang Khalik.

“Gimana lagi bang, kami hanya bisa pasrah. Namun semua sudah suratan takdir dari sananya,” terang Satiman, salah satu keluarga korban, kemarin.

Awalnya, menurut Satiman, keluarga sempat curiga dengan kematian korban. Karena siang hari itu Warisno sempat memberi kabar bahwa sehat-sehat. Sayangnya, malam harinya menerima kabar duka.

“Memang awalnya keluarga curiga. Makanya, keluarga minta didampingi polisi. Tapi, setelah diperiksa dan berdasarkan keterangan dokter kalau korban kena angin duduk serta tidak ada bekas penganiayaan. Jadi keluarga menerima dan jenajah sudah dikebumikan siang sekitar pukul 11.00 wib tadi (kemarin),” sebut dia.

Sejauh ini, paparnya, istri korban belum bisa ditemui karena masih suasana duka. Dan diharapkan, semua berjalan baik dan tidak ada masalah di belakang hari.(*) sumber:POJOKSUMUT.com

Editor: Galih Nofrio Nanda
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved