Jemaah Gembira Dilepas Bupati
Menurut Syahrul, ibadah haji bukan hanya rutinitas. Ia meminta jemaah juga mendoakan daerah, bangsa, dan negara saat di Tanah Suci.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Steven Greatness
Citizen Reporter
Rio Raziqin
Kasubbag Humas Pemkab Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Perhatian penuh ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Mempawah kepada jemaah calon haji daerah. Setelah dilepas menuju Asrama Haji Kota Pontianak oleh Wakil Bupati Gusti Ramlana Kamis pekan lalu, jemaah kembali dilepas saat bertolak ke Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, Arab Saudi, Sabtu (20/8/2016).
Kali ini giliran orang nomor satu Pemerintah Kabupaten Mempawah, Bupati Ria Norsan, yang melepas jemaah ke Tanah Suci dari Embarkasi Kota Batam, Kepulauan Riau.
Bersama istri, Erlina, kehadiran keduanya disambut antusias jemaah kelompok terbang (kloter) 12, khususnya asal Kabupaten Mempawah. Sejumlah jemaah terlihat melambaikan tangan saat melihat kehadiran keduanya. Lambaian itu pun mendapat balasan istimewa.
Norsan dan Erlina mendatangi langsung jemaah seraya menyampaikan doa dan ucapan selamat jalan. Adegan peluk-tangis tak pelak terjadi.
"Kita memang sengaja mengantar hingga ke Embarkasi Batam, karena kita ingin melepas langsung para tamu Allah ini menuju ke Tanah Suci. Mereka adalah para tamu Allah sekaligus duta daerah dan negara. Semoga ibadah hajinya diterima Allah Taala dan kembali dengan selamat ke Tanah Air sebagai haji mabrur," tutur Norsan di sela pelepasan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Syahrul Yadi, mengatakan ibadah haji sebagai perjalanan spiritual tertinggi. Ia menyebut jemaah haji sedang melakoni sejumlah ujian. Pertama, ujian realisasi niat. Sejak lama, ujarnya, jemaah telah berniat untuk menunaikan rukun Islam kelima, yakni naik haji.
"Nah, jadi ini adalah ibadah perjalanan spiritual. Bukan untuk bersenang-senang seperti hanya berbelanja, misalnya. Semua yang dilakukan di sana harus berbasis ibadah. Karena itu jangan abaikan setiap tempat mustajab dan momen penting. Semuanya adalah arena untuk merealisasikan niat,"tuturnya berpesan.
Menurut Syahrul, ibadah haji bukan hanya rutinitas. Ia meminta jemaah juga mendoakan daerah, bangsa, dan negara saat di Tanah Suci.
"Teladani Nabi Ibrahim yang telah berdoa untuk kemakmuran Tanah Suci. Jangan hanya berdoa untuk diri pribadi dan keluarga. Dengan diijabahnya doa jemaah, maka Indonesia akan berubah jadi lebih baik, termasuk daerah dan keluarga kita," ucapnya mengingatkan.
Ujian kedua, dia meneruskan, adalah ujian kepatuhan. Setelah mematuhi perintah Allah untuk berhaji, jemaah, menurutnya, juga harus melanjutkan dengan kepatuhan kepada panitia dan petugas haji. Seluruh petugas, menurutnya, adalah representasi ulil amri yang punya hak untuk ditaati.
"Di Tanah Suci tidak ada lagi diri pribadi. Yang ada adalah kelompok. Dan kelompok, ada yang bertanggung jawab terhadapnya, yaitu petugas dan panitia haji. Ingat, ibadah haji adalah pengembangan spiritual tertinggi," ujarnya berpesan.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Syahbudi, menjelaskan kloter 12 terdiri atas jemaah calon haji Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, dan Kabupaten Melawi. Ia mengungkapkan di Mekkah jemaah kloter 12 akan berdiam di Maktab 01 wilayah Syisah nomor rumah 503 dan 505.
"Menurut jadwal jemaah kloter 12 ini akan kembali ke Tanah Air pada 29 September 2016 pukul 12.35 waktu Indonesia," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-ria-norsan_20160821_110547.jpg)