Sepasang Kekasih Pelajar SMA Sukadana Terpergok Nyaris tanpa Busana

RH mengaku sudah berpacaran selama dua tahun lebih dengan YN, dan perbuatan yang dilakukan di tempat wisata tersebut diakuinya baru pertama kali.

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN PONTIANAK/MUHAMMAD FAUZI
BEBERAPA warga sedang melihat sepasang pemuda pemudi yang kedapatan berbuat mesum di tempat wisata pemandian Air Pauh, Minggu (14/8/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Sepasang kekasih terpaksa diamankan warga di sekitar tempat wisata Air Pauh, Desa Pangkalan Buton, Minggu (14/8/2016).

Sepasang kekasih ini ternyata masih berstatus pelajar SMA di Sukadana, bahkan diketahui pemuda pemudi ini masuk dalam kelompok penari event besar yang akan dihelat di Kayong Utara.

Berdasarkan dari pengakuan RH, pelajar yang duduk di kelas 3 ini mengaku, mereka memang sering ke tempat wisata Air Pauh sehabis latihan tari untuk acara tersebut.

Saat ditanya apa yang mereka lakukan di sekitar tempat wisata Air Pauh, sang kekasih tidak mau memberitahukan langsung, namun dirinya menjawab itu hanya ia dan kekasih wanitanya saja yang tahu.

"Habis latihan nari saya memang sering ke Air Pauh. Kalau itu rahasia pribadi saya," jawab RH.

BACA JUGA: Pasangan Selingkuh Tepergok Mesum di Halaman Taman Makam Pahlawan

RH mengaku sudah berpacaran selama dua tahun lebih dengan YN, dan perbuatan yang dilakukan di tempat wisata tersebut diakuinya baru pertama kali.

"Sudah dua tahun lebih gitulah pacaran, itu baru pertama kali," terangnya.

Kepala Desa Pangkalan Buton, Ansari mengatakan, saat diamankan warga sekitar kawasan pemandian Air Pauh, keduanya sudah tidak menggunakan celana, hanya memakai pakaian atas.

"Dari pengakuan tersangka, mereka masih menggunakan baju, pakaian bawahnya di simpan di atas batu," jelasnya.

Lanjut Ansari, pihak desa sendiri saat ini sudah membentuk tim yang anggotanya warga sekitar, untuk menjaga keamanan, kebersihan tempat pemandian umum Air Pauh.

Setelah tim mengamankan sepasang kekasih ini, pihaknya langsung menghubungi pihak guru, keluarga keduanya, dan menyerahkan keduanya ke kantor Satpol PP.

"Ya mereka sedang berbuat asusila, di tempat wisata yang terbuka. Kami langsung menghubungi pihak keluarga, guru, dan menyerahkan ke Satpol PP," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved