BNI Akui Penyaluran KUR Terbuka, Tapi Tetap Prudent

KUR Ritel kata Suhardi merupakan modal kerja atau investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak dengan plafon diatas Rp Rp 25 juta.

BNI Akui Penyaluran KUR Terbuka, Tapi Tetap Prudent
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Michael Jeno melakukan pemantauan ke Pasar Mawar, Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Head Of Network Services, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Kalbar, Suhardi Petrus mengatakan ada tiga jenis KUR yang disesuaikan dengan berbagai sektor. Untuk itu, BNI pun terbuka terhadap bidang usaha yang dibiayai.

Pertama, jenisnya ada KUR Mikro, yaitu usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan. Kriteria mikro yaitu memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta.

Sedangkan KUR Ritel kata Suhardi merupakan modal kerja atau investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak dengan plafon diatas Rp Rp 25 juta sampai dengan Rp 500 juta per debitur.

Sementara KUR TKI merupakan kredit yang diberikan untuk membiayai keberangkatan calon TKI ke negara penempatan dengan plafon sampai dengan Rp 25 juta.

Menanggapi saran Anggota DPR RI, Michael Jeno yang mengharapkan bank penyalur, menyalurkan KUR merata mulai dari berbagai sektor.

Suhardi berpendapat, kalau di Jawa ada KUR kepada petani tebu, kepada petani bawang di Brebes. Sementara di Kalbar ada juga KUR kepada petani sawit.

"Karena itu, dalam penyaluran kami terbuka tetapi tetap prudent," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved