Konsumsi Suplemen Mampu Atasi Penuaan Dini

Walau stres oksidatif bisa memicu berbagai penyakit, tapi efek paling terlihat dari paparan radikal bebas adalah penuaan dini pada kulit.

Editor: Mirna Tribun
pulsk.com
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Polusi dan radikal bebas semakin memperburuk degenerasi usia yang ditandai oleh perubahan kondisi tubuh dan kulit.

Perlu dari sekadar krim atau serum wajah untuk mengatasi masalah penuaan dini yang dialami banyak masyarakat urban di zaman modern ini.

Selain itu, paparan sinar matahari dan zat kimia merupakan bagian dari radikal bebas yang dalam jangka panjang bisa memicu stres dalam tubuh atau stres oksidatif.

Walau stres oksidatif bisa memicu berbagai penyakit, tapi efek paling terlihat dari paparan radikal bebas adalah penuaan dini pada kulit.

Menurut dr.Hans Utama, Sp.KK dari RS Grha Kedoya Jakarta, akibat radikal bebas pada kulit antara lain kerusakan pembuluh darah kulit yang membuat kulit jadi tipis dan melebar, serta warna kulit tidak merata.

Kondisi itu sebenarnya bisa dicegah dengan antioksidan. Penelitian menunjukkan, antioksidan terbukti mampu membantu menstabilkan beberapa molekul radikal bebas yang berkembang di dalam jaringan kulit, membentuk kolagen alami, dan memproduksi elastin agar kulit tetap kenyal.

Dengan kata lain, antioksidan mampu mengatasi masalah penuaan dini.

Selain untuk kulit, konsumsi suplemen antioksidan juga bermanfaat mengatasi penurunan kondisi tubuh akibat penuaan. Misalnya saja perlindungan mata, saraf, gangguan sistem imun dan metabolisme, hingga masalah otot.

"Ada berbagai jenis antioksidan, yaitu vitamin A, C, dan E, beta kartoen, polifenol, dan selenium. Tapi ada juga yang tidak bisa dibentuk tubuh seperti karotenoid. Dari asupan makanan bisa didapatkan tapi jumlahnya tidak mencukupi sehingga perlu antioksidan yang bermutu," katanya dalam acara SOHO #BetterU di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ada banyak sediaan antioksidan yang bisa kita dapatkan. Misalnya saja suntikan antipenuaan atau suplemen.
Menurut Market Access Director Soho Global Health dr.Yulita Lea, saat ini antioksidan yang paling kuat adalah Astaxanthin yang berasal dari tanaman Haemotococcus Pluvialis.

"Astaxanthin diketahui memiliki kekuatan antioksidan 6000x Vitamin C, dan 110x vitamin E, 54x Beta Carotene, 550x green tea catechins,” ujar Yulita dalam acara yang sama.

Konsumen seharusnya berhati-hati memiliki suplemen antioksidan. Pilih antioksidan yang tepat dan sesuai kebutuhan, serta terdaftar dalam Badan POM.

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved