Breaking News:

Emirita Ikhlas Donor Ginjal Untuk Suami Demi Bertahan Hidup dan Masa Depan Anak

Menurut diagnosis dokter, Ia mengalami gagal ginjal akibat hipertensi yang tidak terkontrol. Penyebabnya beragam, bisa dari rokok, gorengan, dan lain.

TRIBUN PONTIANAK/TITO RAMADHANI
Emirita tersenyum saat mendampingi suaminya, Jimmy yang terbaring saat proses cuci darah di Gedung Haemodialisa (HD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso, Jl dr Soedarso, Pontianak, Senin (8/8/2016) sore. Semangatnya berjuang untuk suami dan anak-anaknya sangat menginspirasi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Emirita Lusia (40), ibu dengan empat orang anak ini mengikhlaskan ginjal miliknya untuk diberikan pada suaminya Jimmy Halim Wijaya (39) yang menderita gagal ginjal stadium 4 dan harus melakukan cuci darah setiap dua kali dalam sepekan di Rumah Sakit Soedarso Pontianak.

Saksikan Video : [VIDEO] Kisah Istri Rela Donorkan Ginjal untuk Suami Tercinta

Emirita memposting kondisi suaminya melalui laman akun facebook atas nama Emirita Lusia pada satu di antara grup sosial media, tertanggal 3 Agustus 2016. Dalam postingannya ia menuliskan niat dan tekad kuat untuk mendonorkan satu ginjal miliknya untuk diberikan pada suami.

Namun Emirita membutuhkan biaya untuk melakukan tes kecocokan ginjal karena tidak ditanggung BPJS. Biaya yang dibutuhkan cukup besar sekitar Rp 25 juta. Emirita telah lama mengetahui tentang cangkok ginjal dan mengetahui risiko yang akan dialami dan siap dengan semua itu.

"Kita tidak mikir risiko. Istilahnya tergerak dari hati nurani. Pertama khusus untuk anak-anak. Dan suami sembuh, bisa bekerja kembali," ucapnya kepada www.tribunpontianak.coid saat ditemui di Rumah Sakit Soedarso Pontianak, Senin (8/8/2016).

Saat ditemui Tribun di RS Soedarso, Emirita sedang menemani suami yang melakukan proses cuci darah. Proses cuci darah yang dilakukan ini memakan waktu lima jam, mulai dari pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Wanita kelahiran Kabupaten Sekadau itu bersedia mengikhlaskan satu ginjal miliknya untuk kesembuhan suami yang dinikahinya pada 1998 silam dan terutama masa depan keempat anaknya yang dimana tiga di antaranya masih duduk dibangku sekolah. Sementara yang sulung tidak dapat melanjutkan kuliah karena terkendala biaya.

Emirita mengaku tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hanya bergantung pada dirinya yang bekerja. Untuk itu Emirita mengiklaskan ginjalnya pada suami.

"Yang penting kita tes dululah, kalau cocok, kalau saya ginjal satu masih bisa kerja walau tidak bisa berat, istilahnya biar tidak cuci darah terus. Biaya mahal," kata Emirita sembari mengusap air mata yang menetes di wajah.

Halaman
1234
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved