Breaking News:

Developer Apresiasi Paket Ekonomi XIII

Paket kebijakan termutakhir ini, diharapkan bisa menjadi solusi atas upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di bidang industri...

Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST
Direktur PT TAPPI Nusantara, Nugroho Henray Ekasaputra. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Developer, selaku pengusaha pengembang perumahan, menyambut baik Paket Ekonomi ke XIII yang dirilis pemerintah.

Paket kebijakan termutakhir ini, diharapkan bisa menjadi solusi atas upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di bidang industri properti.

“Kami tentu menyambut baik kebijakan dari paket ekonomi ke XIII ini,” ujar satu di antara pengembangan perumahan di Pontianak, Nugroho Henray Ekasaputra, Jumat (5/6/2016) sore. Apa yang diupayakan pemerintah, mengatur harga maksimal dari tanah di satu lokasi, dianggapnya langkah yang baik.

Sebab, Direktur PT TAPPI Nusantara ini memaparkan, harga tanah dewasa ini memang menjadi masalah pelik bagi pihaknya. “Karena harga tanah yang terus naik ini, memang kendala terbesar sebagai developer,” paparnya.

Keberadaan regulasi terkait pengaturan harga tanah dari paket kebijakan ekonomi XIII ini, diharapkannya bisa jadi solusi atas permasalahan tersebut. Sehingga, developer bisa lebih mudah dalam mengembangkan usahanya, yang dianggapnya akan berdampak positif pada roda perekonomian satu daerah.

Pria yang juga ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Kalbar inipun, merasa yakin atas efektivitas paket kebijakan ini. Menurutnya, paket kebijakan ini bisa mengangkat perekonomian Indonesia secara umum.

Lebih spesifik, dirinya berharap, paket kebijakan ini benar-benar efektif dalam mengangkat jumlah penjualan properti di tanah air. Sehingga, kondisi pasar, khususnya properti, bisa lebih bergairah.

Selain itu, dirinya juga menepis anggapan bahwa regulasi ini kontraproduktif terhadap tingkat penjualan. Termasuk menurunkan minat pembelian properti yang bermotif investasi.

“Itukan yang diatur harga tanah, bukan harga propertinya. Kalau tanah sudah ada (berdiri) propertinya, harganya pasti naik,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved