Singkawang Genjot PAD Melalui Razia

Selain itu kata dia Dispenda Singkawang, sudah membuka gerai layanan Samsat untuk memudahkan masyarakat untuk membayar pajak.

Penulis: Novi Saputra | Editor: Steven Greatness
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Razia sepeda motor di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (23/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 84 pengendara terjaring razia Operasi Patuh Kapuas 2016 di hari ketujuh yang bertempat di depan Dekranasda Provinsi Kalbar. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kepala Dispenda Singkawang, Robertus Putera mengatakan kegiatan razia lapangan dapat menjadi satu cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan yang terjaring razia.

Selain itu kata dia Dispenda Singkawang, sudah membuka gerai layanan Samsat untuk memudahkan masyarakat untuk membayar pajak.

"Di setiap Bank Kalbar, ada gerainya. Jadi, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh untuk datang ke kantor guna membayar pajak. Cukup di gerai saja," ujarnya di sela-sela razia gabungan bersama Dishubkominfo Singkawang dan Satlantas Polres Singkawang di kawasan jembatan timbang di Kelurahan Sedau Kamis (4/8/2016).

Untuk menunjang kinerja dan mempermudah masyarakat, kata dia saat ini ada dua unit mobil keliling yang beroperasi sesuai jadwal.

"Satu unit dari Pemkot Singkawang dan satunya dari Provinsi," ungkapnya.

Jadi, lanjut Robert, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak membayar pajak kendaraan.

Terlebih, Pemerintah telah menargetkan pihaknya dalam satu tahun harus bisa mencapai Rp 60 miliar lebih pertahun dari pajak kendaraan. Hingga 31 Juli 2016, berhasil terealisasi sebesar Rp 43 miliar.

"Kita optimis bisa mencapai target nantinya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved