Ayah Perkosa Putri Kandung

BREAKING NEWS: KPAID Kalbar Harap Pelaku Pemerkosa Anak Kandung Dihukum Berat

Pemberian bimbingan konseling sangat diperlukan untuk menghilangkan trauma dari apa yang telah diterima selama ini...

BREAKING NEWS: KPAID Kalbar Harap Pelaku Pemerkosa Anak Kandung Dihukum Berat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YJ
Tersangka perbuatan asusila terhadap anak kandungnya, AB beserta barang bukti di Mapolsek Pontianak Timur, Selasa (2/8/2016) sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Ketua Pokja data dan informasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar, Alik R Rosyad mengapresiasi langkah pihak kepolisian Polsek Pontianak Timur dalam penanganan kasus pencabulan orangtua terhadap anak kandung yang terjadi diwilayah tersebut, saat dihubungi Tribun Pontianak, Selasa (2/8/2016) malam.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Tersangka Perkosaan Putri Kandung Mengaku Dapat Bisikan Gaib

"Suatu langkah yang tepat dan cepat diambil oleh pihak kepolisian dalam penanganan kasus tersebut dimana saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Timur," ujarnya.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Ini Kronologi AB Gagahi Putri Kandungnya! 28 Kali Sejak 2015 Silam

KPAID juga disebutkannya telah berkoordinasi dengan pihak kepolosian terhadap kasus tersebut, serta disebitkannya jika KPAID telah siap untuk memberikan pendampingan kepada korban.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Miris, Inilah Isi Surat Bunga yang Diperkosa Sang Ayah Kepada Ibunya

"KPAID akan memberikan pendampingan sebagaimana mestinya dan akan memberikan perlindungan serta akan menjadwalkan untuk proses bimbingan konselingnya," tambah Rosyad.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Ayah Tega Perkosa Putri Kandung di Pontianak Timur

Pemberian bimbingan konseling sangat diperlukan untuk menghilangkan trauma dari apa yang telah diterima selama ini.

Disebutkannya jika kasus serupa bukanlah yang pertama dan tidak hanya terjadi di Pontianak bahkan terjadi juga di Kabupaten lainnya.

Terjadinya hal semacam itu disebutkan oleh Rosyad jika karena pemahaman agama yang kurang dan berbagai faktor lainnya.

Dalam menanggapi kasus seperti ini diperlukan kerjasama antar seluruh pihak dan stakeholder, agar dapat mencegah hal serupa terjadi.

Pihak KPAID berharap pelaku dijatuhkan hukum maksimal apalagi pelaku adalah orangtua kandung sebagai pengayom dalam kehidupannya.

"Kita harap pelaku dihukum maksimal, jika maksimalnya 15 tahun, karena pelaku adalah orangtua kandung dan sebagai pengayom maka bisa ditambah sepertiga lagi dari hukuman makan bisa dikenakan 20 tahun," ujarnya.

Rosyad menegaskan jika saat ini pihaknya lebih konsen pada korban, karena korban saat ini disebutkannya memang perlu pendampingan dan konseling maka dari itu pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak BPMPAKB Kota Pontianak untuk bersama-sama memberikan perlindungan dan pemulihan trauma yang dialami korban.

Penulis: Syahroni
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved