Rupiah Menguat, IHSG Naik

Bursa Asia ditutup mixed dengan penguatan dipimpin oleh IHSG dan Hang Seng.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkendalinya Inflasi dan banyak dana repatriasi yang mulai masuk sehingga demand terhadap rupiah menguat mampu mendorong IHSG naik 145,58 poin sebesar 2,79% dilevel 5361,57 dengan volume moderate.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan sektor infrastruktur memimpin penguatan pada perdagangan hari ini.

Sehatnya tingkat inflasi Indonesia membuat nilai tukar rupiah terhadap USD menguat mendekati Rp 13 ribu. Investor asing pun terbukti optimis tercatat net buy Rp 1,83 triliun pada perdagangan hari ini.

Bursa Asia ditutup mixed dengan penguatan dipimpin oleh IHSG dan Hang Seng.

Data GDP AS yang dibawah perkiraan dilevel 1,2% vs 2,6% ekspektasi awal menjadi trigger utama kelayakan ekonomi AS menghadapi naiknya biaya pinjaman.

Sedangkan bursa saham di Shanghai turun setelah secara tak terduga turun dilevel 49,9 dari 50,0 diperiode sebelumnya. Data PMI Manufacturing di Eropa naik dengan bursa Eropa dibuka terkonsolidasi seiring berayunnya harga minyak setelah penurunan persediaan minyak di AS yang membuat produsen meningkatan pengeboran.

Data ekonomi selanjutnya akan datang dari Jepang dengan Indeks Kepercayaan konsumen, Index harga produksi di Eropa dan Kemampuan personal spending di As akan menjadi fokus investor.

Pergerakan IHSG secara analisa teknikal mengagalkan pola negatif yang terbentuk sebelumnya dengan break out resistance level. Momentum RSI pun cukup tinggi terkonsolidasi dengan bearishnya pergerakan Stochastic.

"Secara pergerakan IHSG cenderung akan mengalami tekanan jika kembali melemah dibawah 5300. sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat tertahan mewaspadi aksi profit taking dengan range pergerakan 5250-5370," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved